RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kebakaran kantor proyek rehabilitasi jaringan irigasi di Desa Bulaklo, Kecamatan Balen, sudah berlangsung Selasa (6/1). Namun, hingga kemarin (8/1) polisi masih belum menentukan penyebabnya.
Sebaliknya, masih proses penyelidikan, dengan mengumpulkan bukti dan keterangan dari para saski.
Kapolsek Balen AKP Sri Windiarto menyampaikan, bahwa penyebab kebakaran sementara berdasarkan keterangan perusahaan, penyebabnya diduga korsleting listrik. "Awal mula kejadian kebakaran adanya percikan stop kotak instalasi listrik digudang penyimpanan BBM," terangnya kemarin (8/1).
Menurutnya, dari keterangan perusahaan, api merambat ke dinding dan esbes. Lalu menjalar ke bangunan kantor yang terbuat dari kontainer modular yang berjarak 10 meter, yang di dalamya peralatan komputer dan kertas. “Menurut keterangan penanggung jawab (perusahaan), kerugian materiil sekitar Rp400 juta,” ungkapnya.
Kapolsek menambahkan, pihaknya hingga saat ini, masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, terkait penyebab pasti kebakaran di PT Jaya Etika Beton yang tengah mengerjakan normalisasi saluran irigasi kali pacal. "Masih dilakukan penyelidikan," pungkasnya.
Berdasarkan data dihimpun, sebanyak 12 drum penyimpanan solar ikut terbakar. Setiap drum diketahui berkapasitas sekitar 1.000 liter, membuat api cepat membesar dan sulit dikendalikan.
Terpisah, dampak kebakaran yang membuat bangunan yang disewa dari warga ikut terbakar, dan solar yang tumpah dari drum juga mengalir ke area persawahan di samping gudang. Akibatnya, sebagian tanaman padi milik warga ikut terbakar ludes.
"Kemarin warga (terdampak) sudah menanyakan ke perusahaan terkait proses ganti rugi dari kejadian tersebut," ungkap Kepala Dusun Sambikerep, Desa Bulaklo Imam Hariadi.
Menurutnya, kebakaran membuat bangunan, sawah milik warga sempat terbakar. "Sawah yang terbakar hanya sedikit, tapi tumpahan solarnya mengalir dan bisa merusak tanaman warga," imbuhnya. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana