Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Alami Kecelakaan Kapal di Labuan Bajo, Pelatih Tim Putri Valencia CF Meninggal Dunia

Yuan Edo Ramadhana • Senin, 29 Desember 2025 | 02:04 WIB
(Dok. Kementerian Pariwisata)
(Dok. Kementerian Pariwisata)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Klub La Liga (Liga Spanyol) Valencia CF menerima kabar duka di akhir tahun. Pelatih tim putri B mereka, Fernando Martin Carreras dinyatakan meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan kapal di perairan Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur pada Jumat (26/12).

Menurut rilis resmi Kementerian Pariwisata RI (Kemenpar) RI, Fernando dan keluarganya menaiki kapal phinisi KM Putri Sakina pada Jumat. Diduga gelombang tinggi yang menghantam kapal menyebabkan mesin kapal mati, kemudian kapal karam hingga perahu tercerai-berai.

Dari 15 penumpang yang menaiki perahu, 11 diantaranya berhasil ditemukan selamat oleh petugas SAR dari Basarnas, termasuk semua awak kapal, istri Fernando, Andrea Ortuno, dan putri termuda Fernando yang masih berusia tujuh tahun Fernando. Naas, Fernando dan tiga anaknya yang tersisa, berusia 12, 10 dan 9 tahun, tenggelam bersama perahu tersebut.

Cuaca buruk pada saat kejadian dan proses evakuasi menyulitkan proses pencarian Fernando dan anak-anaknya. Pada Minggu pagi (28/12), semua korban dinyatakan meninggal dunia meskipun jenazah mereka belum ditemukan.

“Gelombang yang terjadi berupa swell atau gelombang tinggi dengan ketinggian mencapai 2 hingga 3 meter dan datang secara mendadak dalam durasi singkat, sekitar setengah hingga satu jam. Kondisi ini cukup menyulitkan upaya penanganan dan pencarian pada tahap awal,” Kepala KSOP Kelas III Labuan Bajo, Stephanus Risdiyanto kepada Jawa Pos pada Minggu siang.

Tentu, kepergian Fernando membawa luka dalam untuk klub berjuluk El Che tersebut. “Valencia CF berduka cita atas meninggalnya Fernando Martin, pelatih Valencia CF Femenino B, dan tiga anaknya dalam kecelakaan perahu tragis di Indonesia, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh otoritas setempat,” bunyi pernyataan resmi klub Valencia setelah menerima kabar tersebut pada Minggu pagi.

Selain itu, salah satu lawan mereka, Real Madrid juga memberikan ucapan belasungkawa. "Real Madrid dan Dewan Direksi sangat berduka atas meninggalnya Fernando Martin dan tiga anaknya dalam kecelakaan kapal tragis di Indonesia. Real Madrid juga menyampaikan belasungkawa terdalam kepada istrinya, Andrea, dan putrinya, Mar, di masa yang sangat sulit ini," bunyi pernyataan resmi dari Los Merengues pada Minggu sore.

Kementerian Pariwisata sendiri menjamin pencarian Fernando dan anak-anaknya akan dilanjutkan hingga selesai, sesuai permintaan dari Pemerintahan Spanyol. Selain itu, pihak Pelabuhan Labuan Bajo juga telah mengeluarkan larangan berlayar sejak Jumat lalu hingga Tahun Baru.

“Berdasarkan komunikasi resmi antara Kementerian Pariwisata dan Kedutaan Besar Spanyol, Pemerintah Spanyol menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas upaya cepat serta profesional tim penyelamat Indonesia. Fokus bersama saat ini adalah memaksimalkan pencarian terhadap empat korban yang hingga kini masih dinyatakan hilang,” ujar Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana melalui rilis kementerian pada Minggu sore.

Semasa hidup, Fernando yang merupakan warga asli Valencia juga merupakan lulusan akademi sepak bola milik El Che, namun tidak kesampaian membela klub tersebut. Selama berkarir sejak 2001 hingga 2016, Fernando lebih sering membela berbagai klub di divisi bawah Liga Spanyol sebagai bek tengah. Setelah menimba ilmu kepelatihan, Fernando baru memulai karir sebagai pelatih Valencia B putri pada awal tahun ini. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kapal #la liga #kecelakaan kapal #Fernando Martin Carreras #Fernando Martin #spanyol #liga spanyol #Labuan Bajo #pelabuhan #valencia #nusa tenggara timur #valencia cf