RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Intensitas kejadian banjir di Kabupaten Bojonegoro mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025.
Data penanganan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menunjukkan jumlah insiden banjir tahun ini melonjak dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data rekapitulasi yang diterima dari BPBD Bojonegoro, kejadian bencana yang diditangani sepanjang 2024 tercatat sekitar 74 kejadian banjir. Sementara pada tahun 2025, jumlah insiden banjir meningkat menjadi sekitar 130 kejadian.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Heru Wicaksi menyampaikan,bahwa perhitungan jumlah kejadian ini didasarkan pada setiap insiden banjir yang terjadi di setiap titik yang ditangani. "Jadi yang tercatat memang yang ditangani BPBD," terangnya.
Selain itu, kejadian banjir dalam satu tanggal yang sama bisa terjadi di beberapa desa atau kecamatan dihitung sebagai kejadian terpisah, sesuai dengan wilayah penanganan. "Bisa juga ada kejadian yang terjadi dan tidak tercatat," terangnya.
Seiring meningkatnya intensitas banjir, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem di 6 wilayah Jawa Timur termasuk Bojonegoro hingga pada 20 Desember 2025 mendatang.
Kepala BMKG Juanda Taufiq Hermawan menyampaikan, bahwa adanya potensi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. “Kami mengingatkan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama periode tersebut,” tegas Taufiq. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana