Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Insiden Mobil MBG di Cilincing, Kepala BGN Jelaskan Penyebab Sopir Cadangan Kehilangan Kendali hingga Tabrak Puluhan Siswa SD

Hakam Alghivari • Jumat, 12 Desember 2025 | 02:55 WIB

 

SOPIR MBG: Tampang sopir MBG berinisial AI (Adi Irawan) yang menabrak puluhan siswa SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara.
SOPIR MBG: Tampang sopir MBG berinisial AI (Adi Irawan) yang menabrak puluhan siswa SDN Kalibaru 01, Jakarta Utara.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Insiden kecelakaan mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) di halaman SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi (11/12), menyebabkan puluhan siswa terluka dan harus mendapatkan perawatan medis.

Mobil yang dikemudikan sopir program MBG berinisial AI (Adi Irawan) menerobos pagar sekolah sebelum menabrak para siswa yang sedang mengikuti kegiatan pagi di lapangan.

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, jumlah korban mencapai 20 orang yang terdiri dari 19 siswa dan satu guru.

“Korban berjumlah 20 orang: 19 siswa dan 1 guru. Lima orang dilarikan ke Rumah Sakit Koja, 14 orang di RSUD Cilincing, dan satu orang di Puskesmas Cilincing yang sudah pulang,” ujarnya pada Kamis (11/12).

Melansir akun Instagram @jakut24jam, sopir MBG Adi Irawan mengaku mobil yang dikemudikannya mendadak “ngegas sendiri”, membuatnya kehilangan kendali. Ia juga mengakui tidak sempat menarik rem tangan saat kendaraan melaju tanpa kontrol.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, yang membeberkan dugaan awal penyebab insiden. Dilansir dari Detiknews, Dadan menyatakan bahwa kecelakaan diduga kuat dipicu oleh kepanikan sopir cadangan ketika memindahkan gigi mobil di area jalan yang menanjak.

“Memang jalannya agak menanjak dan kami perkirakan ada kepanikan ketika pindah gigi dari dua ke satu, sehingga salah menginjak pedal,” ujar Dadan saat ditemui di RSUD Koja.

Lebih jauh, Dadan menjelaskan bahwa operasional MBG di sekolah tersebut sebenarnya berjalan lancar selama hampir sembilan bulan sejak dimulai pada 24 Maret 2025. Namun dalam dua hari terakhir, sopir utama berhalangan hadir karena sakit, sehingga KSPPG menugaskan sopir pengganti.

etelah dilakukan cek oleh timnya, Dadan memastikan sopir cadangan tersebut telah mengantongi SIM A. "Mungkin hanya kurang pengalaman,” tambah Dadan.

Selain aspek teknis, Dadan juga menyoroti kemungkinan kendala pada prosedur kerja di lapangan. Ia menjelaskan bahwa dalam kondisi normal, mobil MBG biasanya tiba lebih awal sebelum siswa masuk, kemudian parkir di depan sekolah setelah pintu ditutup dan anak-anak sudah berbaris.

“Seharusnya ketika pintu ditutup itu biasanya parkir di depan. Dan biasanya juga mobil itu datang lebih awal dari anak-anak. Jadi ketika anak-anak sudah berbaris dan pintu ditutup, untuk yang biasa itu parkir di depan,” jelasnya.

Dadan menegaskan bahwa pihaknya masih mendalami seluruh rangkaian peristiwa, mulai dari posisi kendaraan, rute yang ditempuh, hingga keputusan penggunaan sopir cadangan. Evaluasi menyeluruh terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) juga menjadi prioritas.

“Ini kelihatannya menjadi insight baru bagi Badan Gizi Nasional agar KSPPG secara cermat mengganti atau memilih sopir cadangan yang kualifikasinya sama,” kata Dadan.

Dengan pendalaman yang sedang berlangsung, BGN memastikan bahwa hasil evaluasi akan menjadi dasar untuk penguatan pengawasan dan peningkatan keselamatan distribusi MBG agar insiden serupa tidak terulang. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#jakarta utara #siswa sd #tabrak #Dadan Hindayana #sopir cadangan #penyebab #mobil MBG #Kepala BGN