RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Insiden mobil pengantar Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menerobos pagar dan menabrak siswa SDN Kalibaru 01, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis pagi, (11/12), memicu perhatian publik nasional.
Peristiwa ini berlangsung ketika para siswa sedang mengikuti kegiatan literasi pagi, menjadikannya salah satu kecelakaan paling serius yang melibatkan distribusi program MBG.
Menurut laporan Tempo, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah menurunkan pejabatnya untuk menjenguk korban, sementara Badan Gizi Nasional menegaskan bahwa tidak ada korban meninggal dalam insiden tersebut.
Kronologi kejadian berlangsung cepat. Mobil yang dikemudikan seorang pria berusia 34 tahun tiba-tiba menerobos pagar sekolah sekitar pukul 06.39 WIB. Kendaraan tersebut melaju menuju area lapangan tempat puluhan murid duduk berbaris sambil membaca buku.
Dari sumber yang sama melaporkan, benturan keras membuat pagar ambruk dan sejumlah siswa terkapar, sementara 21 korban langsung dilarikan ke beberapa rumah sakit untuk perawatan intensif.
Kesaksian lapangan yang dihimpun dari tvonenews, menggambarkan detik-detik ketika suara “braak” memecah konsentrasi para murid.
Ammar, siswa kelas IV B yang selamat, menuturkan bahwa ia hanya berjarak empat orang dari titik tabrakan. Ia mengira suara keras tersebut adalah petasan, hingga menengok ke belakang dan melihat pagar hancur, teman-temannya tergeletak, serta darah di mana-mana.
Ammar bahkan mendekati sepupunya yang terluka dan memanggilnya berulang kali agar sadar. Ia juga sempat membantu temannya, Lilo, yang berada dekat titik benturan.
Dalam situasi kacau itu, guru-guru berusaha mengendalikan kondisi dengan meminta siswa masuk kelas demi menghindari kepanikan, meski sebagian murid enggan beranjak karena shock melihat kondisi teman-temannya.
Informasi lain yang diungkap tvonenews menyebutkan bahwa pada hari kejadian, sopir yang datang berbeda dari sopir reguler yang biasa mengantar MBG. Ammar menyebut sopir harian yang dikenal ramah dan akrab dengan siswa sedang sakit.
Pengemudi pengganti yang membawa mobil pada hari itu belum pernah ia lihat sebelumnya. Kesaksian murid juga menyebut bahwa sang sopir sempat terlihat seperti hendak melarikan diri sebelum akhirnya diamankan oleh guru-guru.
Sementara itu, Tempo menyampaikan bahwa lima korban dirawat di RSUD Koja dan enam lainnya di RSUD Cilincing, sementara sepuluh korban lain masih dikonfirmasi pemerintah daerah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memastikan telah memantau langsung kondisi para korban, namun menyerahkan penanganan dan penjelasan teknis insiden kepada Badan Gizi Nasional sebagai pelaksana program MBG.
Hingga kini, penyebab pasti kendaraan kehilangan kendali masih menunggu penjelasan resmi. Namun, kombinasi antara kronologi lapangan, kesaksian murid, dan penegasan instansi pemerintah menjadikan tragedi ini sebagai peringatan penting mengenai standar keamanan distribusi program MBG di lingkungan sekolah.
Investigasi lanjutan diperlukan untuk memastikan insiden serupa tidak terulang, termasuk evaluasi ketat terhadap kelayakan pengemudi, keamanan rute distribusi, serta manajemen kegiatan siswa saat pengantaran logistik berlangsung. (kam/bgs)
Editor : Hakam Alghivari