Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Gempa Dahsyat Guncang Mindanao Filipina, BMKG: Berpotensi Tsunami hingga Wilayah Indonesia

Hakam Alghivari • Jumat, 10 Oktober 2025 | 21:50 WIB

 

Gempa Fillipina, suasana di dalam ruangan mencekam.
Gempa Fillipina, suasana di dalam ruangan mencekam.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM — Guncangan kuat melanda kawasan Mindanao, Filipina, pada Jumat (10/10/2025) pagi. Berdasarkan laporan resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa tersebut diperkirakan memiliki magnitudo 7,4 hingga 7,6 dan terjadi pada pukul 08.43 WIB.

Episenter gempa berada di koordinat 7,23° Lintang Utara dan 126,83° Bujur Timur, sekitar 275 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 58 kilometer.

BMKG menjelaskan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa kuat ini dipicu oleh aktivitas patahan naik (thrust fault) di zona subduksi Laut Filipina. Pergerakan lempeng yang signifikan tersebut menyebabkan pelepasan energi besar di bawah laut Mindanao dan memicu potensi tsunami lintas wilayah, termasuk sebagian pesisir Indonesia bagian timur.

Tak lama setelah kejadian, peringatan dini tsunami diumumkan oleh BMKG untuk beberapa daerah di Indonesia bagian timur. Sejumlah wilayah di Sulawesi Utara dan Papua masuk dalam kategori “Waspada” dengan potensi ketinggian gelombang maksimal sekitar 50 sentimeter. Pemodelan menunjukkan potensi gelombang akan mencapai pesisir Indonesia dalam rentang waktu 09.59 WITA hingga 12.26 WIT, tergantung jarak dari pusat gempa.

Adapun wilayah yang termasuk dalam daftar waspada meliputi Kepulauan Talaud (estimasi waktu tiba 09.59 WITA), Kota Bitung (10.49 WITA), Minahasa Utara bagian selatan (11.01 WITA), Minahasa bagian selatan (11.02 WITA), serta Supiori, Papua (12.26 WIT). BMKG menegaskan bahwa status “waspada” berarti masyarakat di wilayah tersebut diimbau menjauh dari pantai dan meningkatkan kesiapsiagaan, meski belum ada laporan kerusakan signifikan di wilayah Indonesia.

Sementara itu, di Filipina, otoritas setempat melaporkan guncangan terasa kuat di sebagian besar wilayah Mindanao bagian selatan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar, namun sejumlah warga dilaporkan panik dan berhamburan keluar bangunan demi menghindari risiko reruntuhan. Pemerintah Filipina juga tengah menilai potensi tsunami di wilayah pesisir selatannya.

BMKG mengingatkan agar masyarakat Indonesia tidak panik namun tetap waspada. “Kami terus memantau perkembangan aktivitas gempa dan potensi tsunami. Masyarakat diimbau untuk mengikuti arahan dari pemerintah daerah dan tidak mempercayai informasi yang tidak bersumber resmi,” demikian keterangan BMKG yang dikutip, Jumat siang.

Hingga kini, BMKG masih memantau kondisi perairan sekitar Laut Filipina dan Sulawesi Utara untuk mendeteksi perubahan permukaan laut. Lembaga tersebut juga bekerja sama dengan Pusat Peringatan Tsunami Pasifik (PTWC) guna memastikan apakah aktivitas susulan berpotensi menimbulkan gelombang baru.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kawasan Asia Tenggara, khususnya Filipina dan Indonesia bagian timur, berada di jalur Cincin Api Pasifik—wilayah dengan aktivitas seismik tertinggi di dunia. Masyarakat diharapkan selalu meningkatkan kewaspadaan, terutama di daerah pesisir, dan memastikan jalur evakuasi telah dipahami dengan baik. (kam/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#gempa #BMKG #filipina