Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Tiga Hari Proses Evakuasi Korban Runtuhnya Musala Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo: 108 Korban Ditemukan, Diduga 59 Masih Terjebak

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 3 Oktober 2025 | 02:29 WIB
Petugas SAR bersama penghuni Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo bersama-sama membersihkan puing-puing bangunan musala sambil melanjutkan upaya evakuasi.
Petugas SAR bersama penghuni Ponpes Al-Khoziny Sidoarjo bersama-sama membersihkan puing-puing bangunan musala sambil melanjutkan upaya evakuasi.

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Proses pencarian korban yang masih tertimpa reruntuhan musala Pondok Pesantren Al-Khozniy Sidoarjo masih berlanjut pada Kamis (2/10), yang dipandang sebagai akhir fase golden time pencarian korban. Beberapa korban tambahan dapat ditemukan dan dievakuasi, namun masih banyak pula yang diduga terjebak dalam bangunan tersebut.

Sebagai catatan, golden time adalah jangka waktu dimana korban sebuah bencana diyakini masih memiliki peluang hidup atau bahkan masih sadar diri. Sehingga waktu tersebut juga menjadi patokan waktu utama bagi petugas SAR dari Basarnas dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BNPB) untuk proses evakuasi korban, yakni hingga H+3 sejak kejadian bencana.

Sebelumnya bangunan musala Ponpes Khoziniy mendadak ambruk saat para penghuni ponpes melaksanakan salat asar pada Senin (29/9), sehingga banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Diketahui dari pengakuan pemilik ponpes, pondasi bangunan ponpes tidak kuat menahan konstruksi penambahan lantai gedung yang sedang dikerjakan.

Sebagaimana dikutip dari Jawa Pos, menurut Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, diperkirakan masih ada 59 penghuni ponpes yang masih tertimpa reruntuhan. Namun jumlah tersebut belum dapat dipastikan.

“Sekali lagi, apakah 59 atau tidak, kami belum tahu. Tetapi kami berharap mudah-mudahan tidak sebanyak itu,” jelasnya kepada awak media nasional di posko darurat bencana.

Sementara itu dalam tiga hari pencarian, 108 korban dapat dievakuasi dari lokasi kejadian. Mayoritas dapat melarikan diri saat gedung rubuh, sementara 18 diantaranya diselamatkan petugas SAR. Namun dari jumlah korban yang diselamatkan, lima santri meninggal dunia, dan dua terpaksa menjalani tindakan amputasi anggota tubuh.

"Jumlah korban yang sudah terdata ada 108 orang. Sebanyak 103 selamat, semuanya dalam perawatan, dan lima orang meninggal dunia," tambah Letjen Suharyanto.

Diketahui salah satu korban terpaksa diamputasi pada Senin malam karena lengannya terjepit reruntuhan, dan sudah mengalami luka serius. Sementara satu korban lain diamputasi pada Kamis karena jaringan pembuluh darahnya putus hingga mengalami pembusukan.

Dengan semakin tipisnya fase golden time, Letjen Suharyanto juga mengungkap orang tua santri setuju untuk menggunakan alat berat dalam proses pencarian korban. Sebelumnya tidakan tersebut sengaja belum dilaksanakan, demi keselamatan korban berpotensi selamat, serta untuk mencegah agar puing-puing bangunan tidak semakin ambles dan melukai korban.

“Jam 11.30 WIB tadi sudah mulai (menggunakan alat berat). Jadi crane-nya itu mengambil balok-baloknya, diawasi oleh orang-orang (ahli). Sampai kapan? Sampai bersih, sampai semua korban itu ditemukan dan kita sudah punya datanya. Tetapi jangan sampai ngawur, ” jelas Letjen Suharyanto.

Hingga saat ini 13 korban yang tersisa menjalani perawatan di tiga rumah sakit terpisah, yakni RSUD RT Notopuro Sidoarjo, RS Islam Siti Hajar, dan RS Delta Surya Sidoarjo. Basarnas masih melanjutkan pencarian menggunakan crane untuk membantu proses evakuasi. (edo)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#pondok pesantren #Korban #Ponpes Al Khoziny #Golden Time #Pondok Pesantren Al Khoziny #basarnas #bnpb #Ponpes #Pencarian Korban #evakuasi #bangunan #Sidoarjo