RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Bencana musiman di Kabupaten Bojonegoro. Yakni, kekeringan di musim kemarau kembali terjadi.
Tepatnya di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaran, dan Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberrejo.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mulai menyalurkan air bersih, untuk memenuhi kebutuhan dasar warga.
Distribusi pertama dilakukan di Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras, Kamis (28/8). Sebanyak satu tangki air bersih dan dua lembar terpal disalurkan untuk 176 kepala keluarga atau 610 jiwa yang terdampak.
Kepala Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras Joko Widodo menyampaikan, bahwa warganya sudah mulai kesulitan mendapatkan air bersih.
"Tahun ini baru sekali ini, tapi setiap tahunnya selalu terjadi kekurangan air bersih," terangnya. Ia menjelaskan, langganan kekeringan terjadi terutama di Dusun Dampet, yang letaknya terpencil.
"Kalau untuk mandi dan mencuci masih ada di embung, tapi kalau untuk konsumsi yang kesulitan,” terangnya.
Kepala BPBD Bojonegoro Heru Wicaksi membenarka,n bahwa distribusi air bersih mulai dilakukan, meski kemarau basah yang terjadi tahun ini membuat dampak kekeringan tak seperti tahun sebelumnya.
"Baru dua desa, masing-masing satu tangki," ungkapnya. Ia menambahkan, dua desa tersebut yakni Desa Siwalan, Kecamatan Sugihwaras pada 28 Agustus.
Kemudian, Desa Karangdinoyo, Kecamatan Sumberrejo pada 1 September. Masing-masing desa mendapat bantuan 1 tangki air dan 2 terpal. "Yang hari ini ke desa Karangdinoyo," pungkasnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko