RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora masih melakukan observasi di sekitar sumur minyak di Desa Gandu, Kecamatan Bogorejo yang terbakar.
Petugas memasang setting keeping, melakukan pengecoran hingga pemasangan light tower (menara cahaya).
Hingga kini, warga terdampak belum diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing sampai situasi dinyatakan aman.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Triyono menjelaskan, pemasangan setting keeping itu dimaksudkan untuk menutup, agar gas tidak keluar dari mulut sumur.
“Petugas gabungan masih melakukan pengecoran pagi ini di sekitar sumur, dan pasang tower,” ujarnya.
Tri menyampaikan, petugas gabungan masih melakukan observasi dan pemantauan secara berkala. Pihaknya belum bisa memastikan situasi sudah aman.
Sehingga, warga belum diperkenankan kembali ke rumah masing-masing. ‘’Kami belum menyatakan lokasi aman, warga masih di pengungsian,” katanya.
Pihaknya menambahkan, tanggul yang sempat dibuat di sekeliling sumur mulai diratakan menggunakan dua eskavator.
Petugas juga memotong pipa bor yang kemudian dipasang pada alat penahan pipa. Tri memastikan, logistik untuk para pengungsi tercukupi hingga situasi dinyatakan aman.
Setiap paginya, relawan memasak 750 bungkus. Selain itu, tim kesehatan telah disiagakan untuk memeriksa kondisi kesehatan warga yang mengungsi.
‘’Kami pastikan logistik untuk warga yang mengungsi tercukupi, aman,” imbuhnya. Diketahui, tragedi terbakarnya sumur minyak rakyat yang terjadi Minggu (17/8) tersebut, merenggut empat nyawa dan satu warga mengalami luka bakar.
Sebanyak 300 KK mengungsi di posko dan rumah sanak saudara. Sedangkan, api baru bisa dipadamkan pada Sabtu (22/8) petang, setelah petugas berjibaku dengan api selama sepekan. (luk/ind)
Editor : Bhagas Dani Purwoko