RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Lupa mematikan kompor bisa berakibat fatal. Seperti yang dialami Ali Mahsun, 60, warga Desa Semenpinggir, Kecamatan Kapas, ludes dilalap api pada Senin (11/8) pagi.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kejadian kebakaran di Bojonegoro hingga Agustus, yang telah menelan kerugian hingga 2,6 miliar. Menurut Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Dindamkarmat) Bojonegoro Ahmad Agus, penyebab kebakaran adalah kelalaian.
“Penyebab kebakaran adalah pemilik rumah lupa mematikan kompor usai memasak sehingga api dari dapur membakar bagian belakang rumah,” jelasnya. Empat unit mobil pemadam dikerahkan, dibantu 17 personel dari Pos Kota Bojonegoro dan Pos Sumberrejo. Api berhasil dijinakkan sebelum menjalar ke rumah tetangga.
Meski tak ada korban jiwa, kerugian materi mencapai Rp 125 juta. Bagian belakang rumah seluas 125 meter persegi beserta perabotnya hangus terbakar. Kejadian ini menambah daftar panjang insiden kebakaran di Bojonegoro.
Hingga Agustus 2025, Dinas Damkarmat mencatat 121 kasus kebakaran, dengan 28 di antaranya merupakan kebakaran rumah. Total kerugian diperkirakan Rp 2,6 miliar.
Kepala Dinas Damkarmat Bojonegoro Siswoyo mengungkapkan, bahwa korsleting listrik menjadi penyebab terbanyak. Disusul kebocoran gas elpiji, pembakaran sampah sembarangan, dan kelalaian saat memasak. “Peristiwa kebakaran kerap terjadi karena faktor kelalaian,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : Bhagas Dani Purwoko