RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Halaman rumah di RT 10 Desa/Kecamatan Padangan diselimuti duka pada Minggu dini hari (18/5). Sebab, hampir seluruh korban laka di Tawangmangu tinggal di satu komplek RT tersebut. Termasuk tiga orang keluarga tiga jenazah yakni Ana Rubi, 45, Atik, 49, dan Salma, 6, langsung dimakamkan berjajar di pemakaman Desa Padangan.
Sementara, jenazah Sri Muryani, 58, dimakamkan di Kuburan Dusun Jalakan, Padangan, dan satu jenazah di Cepu, Blora. ’’Iya, itu ibu saya (Sri Muryani),” ungkap Bryan, anak korban dalam peristiwa laka kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Menurutnya, keberangkatan hingga kejadian laka tersebut, tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Terlebih, rencana untuk rekreasi itu baru sekitar satu minggu. ’’Sudah direncanakan satu minggu sebelum berangkat, dan nabung lewat kegiatan arisan itu,” ungkapnya pria asal Dusun Jalakan, Padangan.
Terpisah, Sugiana, tetangga korban menyampaikan, bahwa korban telah sampai di Padangan sekitar pukul 01.00 WIB. Menurutnya, memang seluruh orang yang berangkat kebanyakan ibu-ibu. ’’Ya, biasanya ngumpul arisan dan aktif senam juga, dan berangkatnya juga tidak ada laki-laki dewasa, selain sopir,” ceritanya.
Sementara itu, duka mendalam dirasakan Sumarsono, setelah istri, anak, iparnya meninggal dalam kejadian tersebut. Menurutnya, sebelum keberangkatan itu, dia merasakan, bahwa anaknya Salma, lebih dekat dengan ibunya sebelum kejadian.
’’Putri saya itu biasanya tidur dengan saya, tapi kemarin malam tidur dengan ibu (istri) mau rekreasi,” tuturnya.
Kepala Desa (Kades) Padangan Kristinawati menyampaikan, bahwa tiga dari empat korban asal Padangan telah dimakamkan satu liang lahat. ’’Karena sesuai permintaan keluarganya,” imbuhnya. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari