RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Seminggu terakhir, Kabupaten Bojonegoro rutin diguyur dengan hujan dengan intensitas tinggi. Akibatnya, banyak kecamatan seantero Kota Ledre yang mengalami banjir genangan.
Terhitung sejak Jumat minggu lalu (9/5), banjir melanda beberapa kecamatan di Bojonegoro, dimulai dari Kepohbaru. Hujan beberapa kali turun hingga pada Senin (12/5), total tujuh kecamatan mengalami banjir genangan yakni Kepohbaru, Sekar, Ngambon, Ngasem, Baureno dan Sughihwaras.
Setelah air genangan berangsur-angsur turun sepanjang minggu, hujan deras kembali turun pada Jumat malam (16/5) hingga Sabtu dinihari (17/5). Akibatnya Kecamatan Ngasem dan Kepohbaru kembali tergenang air hujan.
Selain itu kali ini giliran Kecamatan Dander, Purwosari, Gayam yang turut merasakan dampak hujan deras, akibat meluapnya Kali Gandong, Kali Rancang dan Kali Avour. Bahkan Kecamatan Kota juga mengalami banjir genangan di kelurahan Ledok Kulon dan Ledok Wetan pada Sabtu siang akibat naiknya tinggi permukaan sungai Bengawan Solo.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Heru Wicaksi menjelaskan, rutinnya hujan dengan intensitas di Bojonegoro sesuai perkiraan BMKG mengenai datangnya musim kemarau tahun ini. Diperkirakan kemarau di Bojonegoro berlangsung singkat, dan semestinya dimulai pada pertengahan Mei.
“Sesuai dengan prediksi BMKG, kemarau tahun ini lebih pendek dari tahun lalu. Semoga hujan tidak merembet samai Juni atau bahkan Juli,” papar Heru.
Per Sabtu siang, tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo berada di zona merah. TMA di Bendungan Karangnongko tercatat mencapai angka 27.93, sementara TMA di Kota Bojonegoro berada di angka 14.36.
Namun per Sabtu sore menurut Heru, TMA sungai di Bendungan Karangnongko sudah berangsur menurun.
“TMA di Karangnongko saat ini masuk tren menurun, sehingga diharapkan naiknya TMA tidak berlangsung lama,” ujarnya.
Sementara di daerah kota, tren TMA masih berprogres naik pada Sabtu siang. Diperkirakan TMA masih serupa hingga Minggu (18/5).
“Tren naik dimulai tadi malam akibat curah hujan yang tinggi akhir-akhir ini. Diprediksi bertahan hingga besok,” jelas Petugas Pembaca TMA Bengawan Solo Perum Jasa Tirta I, Ali Susanto. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana