Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bengawan Solo Bojonegoro Siaga Merah: Tiga Sungai Meluap, Satu Jembatan Putus, Lima Kecamatan Terdampak

Yuan Edo Ramadhana • Sabtu, 17 Mei 2025 | 20:38 WIB
Photo
Photo

 


RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Jelang akhir pekan, Bojonegoro kembali diterpa cuaca ekstrim, hujan intensitas tinggi yang menyebabkan banjir. Hujan yang terjadi pada Jumat sore hingga malam (16/5) menyebabkan tiga sungai meluap di beberapa daerah Bojonegoro.

Menurut pengamatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, intensitas hujan paling berat terjadi pada Sabtu (17/5) dinihari sekitar pukul 02.00.

“Mengakibatkan luapan sungai hulu hingga hilir di Sungai Gandong, Kecamatan Purwosari, dan Kali Rancang di Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, berdampak tergenangnya rumah-rumah warga,” data laporan informasi yang dihimpun.

Selain Kali Gandong dan Kali Rancang, Kali Avour di Kecamatan Dander, atau juga dikenal sebagai Kali Ingas turut meluap akibat hujan deras tersebut. Dampak luapan sungai terasa di lima kecamatan, yakni Purwosari, Gayam, Ngasem, Dander dan Kepohbaru.

Selain itu hujan deras juga sempat menggenangi kawasan Bojonegoro Kota hingga membahayakan pengguna jalan. Beruntung, air genangan surut relatif cepat di enam kawasan tersebut.

“Genangan sudah mulai surut, petugas masih melakukan asesmen lanjutan lapangan untuk melihat dampak banjir,” jelas Tamyis, relawan EBR Bojonegoro.

Photo
Photo

Dampak paling terasa di Purwosari dan Gayam. Di Purwosari, banjir menggenangi lima desa, yakni Desa Purwosari, Ngrejeng, Tlatah, Punggur, dan Pojok. Di Desa Ngrejeng terdapat 15 rumah di dua dusun yang terendam air, dengan ketinggian genangan mencapai 1 meter.

Sedangkan yang di Kecamatan Gayam, genangan air menggenangi sebuah usaha kayu dan menenggelamkan sebuah Toyota Camry yang diparkir di Desa Bonorejo. Sementara di Desa Mojodelik, empat rumah di dua RW tergenang air, dan jembatan penghubung desa putus diterjang luapan air sungai.

Sementara itu, per Sabtu siang, tinggi muka air (TMA) sungai Bengawan Solo berangsur naik di level merah. TMA di Bendungan Karangnongko tercatat mencapai angka 27.93. TMA di Kota Bojonegoro mulai pukul 12.00 wib memasuki level siaga merah, dengan angka 14.36. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#bengawan solo #Ngasem #hujan deras #Kali Gandong #kepohbaru #gandong #banjir #Hujan #dander #tma #bojonegoro #gayam #purwosari