RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dampak banjir luapan dan bandang yang terjadi sejak Jumat (9/5) hingga Selasa (12/5) menyebabkan total 106 rumah terdampak. Lalu, setidaknya empat jembatan rusak, satu di Kecamatan Sekar dan tiga di Kecamatan Ngambon.
Namun, hal tersebut mulai berangsur surut kemarin, warga pun mulai melakukan pembersihan sisa genangan. ’’Sudat surut hari ini,” ungkap Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro Heru Wicaksi kemarin (14/5).
Menurutnya, terdapat sepuluh desa di empat kecamatan yang menggenangi rumah warga secara langsung, dan jembatan ambles di Desa Bareng, Kecamatan Sekar. ’’Terdapat total 106 KK atau rumah terdampak,” imbuhnya.
Ia menambahkan, bahwa pihaknya telah mendata dan melakukan asesmen di wilayah terdampak banjir. Yakni, di Desa Sumbergede, Desa Woro, Bumirejo, dan Brangkal turut Kecamatan Kepohbaru.
Lalu, di Desa Bobol, Sekar, Miyono, dan Bareng turut Kecamatan Sekar. Juga Desa Setren, Kecamatan Ngasem; serta Desa Karangmangu, Kecamatan Ngambon.
Sementara itu, Camat Ngambon Ridwan Sayyadi mengungkapkan, bahwa banjir yang melanda Desa Nglampin dan Karangmangu, Kecamatan Ngambon, mengakibatkan kerusakan sarana dan prasarana (sarpras).
’’Kerusakan sarpras jembatan di Dusun Gondang, jembatan jalan usaha tani RT 11, dan jembatan jalan usaha tani Tani RT 10 di Desa Nglampin,” terangnya. Ridwan menambahkan, hujan deras selama dua jam tersebut, mengakibatkan banjir bandang Kali Gandong.
Menurutnya, hal tersebut telah dilaporkannya ke pemerintah kabupaten. ’’Terlebih, JUT di RT 10 dan RT 11 Desa Nglampin juga hanyut, mengingat banyaknya lahan petani dan sedang musim tanam,” imbuhnya. (dan/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana