RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Kecelakaan di jalan nasional sepanjang Kecamatan Baureno hingga Margomulyo, telah menewaskan empat korban jiwa dalam dua minggu terakhir pada Mei.
Selain faktor kelalaian pengendara, laka di lokasi tersebut ditengarai akibat lalu lintas yang kian padat hingga infrastruktur jalan.
Namun, perbaikan jalan nasional itu, perlu adanya izin dari pemerintah pusat. ‘’Bila kecelakaan akibat jalan ada kerusakan, maka kita dapat menganggarkan lewat APBD, tentu seizin pusat,” ungkap Ketua Komisi D DPRD Bojonegoro Imam Sholikin.
Menurutnya, selain kerusakan jalan, juga terdapat indikasi lalu lintas yang kian padat. Hal itu, perlu didalami dan bakal mencari solusi. ‘’Bila kecelakaan akibat padatnya lalu lintas maka pemkab harusnya membangun jalur alternatif,” imbuhnya.
Terpisah, Kanit Penegakkan Hukum (Gakkum) Satlantas Polres Bojonegoro Ipda Septian Nur Pratama menyampaikan, pihaknya telah melaporkan kondisi jalan dan rambu di sepanjang jalan nasional. ‘’Terkait jalan-jalan yg berlubang atau rusak sidah kita infokan ke pihak yang berkompeten, dan ada beberapa titik sudah dilakukan perbaikan,’’ terangnya.
Selain itu, Ipda Septian menambahkan, bahwa titik-titik blackspot atau rawan kecelakaan, juga telah dilakukan penambahan rambu peringatan untuk menekan laka.
‘’Dan dari kita sendiri juga sudah memasang imbauan, khususnya daerah yang rawan terjadi laka lantas seperti di Kecamatan Baureno,’’ imbuhnya.
Diketahui, Kecalakaan lalu lintas sepanjang jalan nasional, telah menelan empat korban jiwa. Mulai dari 3 Mei sebuah truk Nopol L 8753 VF yang dimudikan Alfa Rahmad Sahid, 18, menabrak korban Slamet, 35, warga Desa Ngemplak, Kecamatan Baureno hingga meninggal di Jalan Bojonegoro-Babat tepatnya di Desa Mejuwet, Kecamatan Sumberrejo.
Kemudian, laka pada Kamis (8/5) di Jalan Bojonegoro-Babat turut Desa Sumuragung, Kecamatan Sumberrejo, menewaskan pasangan suami istri, yakni Rubiar, 50, dan istrinya Apriliani,43, yang dihantam mobil Innova nopol KT-1557-LC yang dikmudikan Adi Irawan, 25.
Lalu, laka pada Sabtu (10/5) di Jalan raya Bojonegoro-Cepu turut wilayah Desa Kebonagung, Kecamatan Padangan melibatkan motor Kharisma nopol S-2636-AKK yang dikendarai Ghozali, 55, menewaskan pengendara motor CBR B-9442-FQC yang dikendarai Adi Arzan Aji, 27, warga Desa Tlatah, Kecamatan Purwosari. (dan/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana