Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Cerita Warga di Sekitar Lokasi Pembacokan Desa Kedungadem: Usai Membacok, Tersangka Terlihat Marah dengan Mata Merah

Yuan Edo Ramadhana • Rabu, 30 April 2025 | 17:55 WIB
RUMAH DUKA: Warga saat takziah di rumah Abdul Aziz, korban pembacokan oleh tetangganya sendiri saat jamaah Subuh. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)
RUMAH DUKA: Warga saat takziah di rumah Abdul Aziz, korban pembacokan oleh tetangganya sendiri saat jamaah Subuh. (DHANI WAHYU ALFIANSYAH/RADAR BOJONEGORO)

 

Peristiwa berdarah di Musala Al-Manar, Desa/Kecamatan Kedungadem, menyisakan cerita pilu bagi sebagian warga setempat. Kurang lebih 20 jemaah salat subuh semburat dan berlarian mencari tempat sembunyi.


DHANI WAHYU ALFIANSYAH, Bojonegoro


TERIAKAN takbir dan jeritan minta tolong yang terdengar dari Musala Al Manar menganggetkan warga di RT 004/RW002 Desa/Kecamatan Kedungadem pada pukul 04.15 kemarin (29/4).

Bahkan, mendengar adanya informasi pembacokan di pagi buta itu, membuat tak sedikit warga yang takut mendekat ke lokasi kejadian.

Namun, Winandra, salah satu warga setempat yang tinggal di samping musala, mengaku melihat dan mendengar kejadian tersebut dari rumahnya. Pria yang juga guru olahraga itu, berusaha keluar rumah dan menyaksikan warga berlarian keluar musala.

Melihat hal itu, ia berinisiatif langsung untuk membuka pintu rumah dan memasukan jemaah salat subuh saat itu ke dalam rumahnya. ‘’Jemaah yang rumahnya jauh dari musala, langsung saya suruh masuk dan sembunyi di dalam rumah saya,” ungkap pria 27 tahun itu.

Ia menceritakan, meski sempat berpapasan dengan pelaku yang sedang memegang parang.  Beruntung, pelaku langsung melewatinya begitu saja, dan tak mendapat ancaman apa pun.

‘’Ya pelaku jalannya pelan seperti biasa, tapi matanya sudah merah seperti orang benar-benar marah,” ujarnya.

Kronologi Pembacokan Ketua RT di Kedungadem (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Kronologi Pembacokan Ketua RT di Kedungadem (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)

Winandra menambahkan, kejadian tersebut memang tidak pernah dibayangkan warga sebelumnya. Sebab, jemaah dan warga juga sempat ketakutan, khususnya saat melihat pelaku keluar musala dengan parang dan bekas darah. Namun, rerata hanya dilewatinya saja, dan lebih memilih mengejar korban lain yakni Arik.

Zaini, warga setempat menyampaikan, seluruh korban rumahnya berdekatan kurang 30 meter, dan hanya dibatasi jalan raya dan gang tepat di pintu masuk depan Gang Musala Al Manar.

Menurutnya, kejadian tersebut akhirnya berhenti saat dilerai sendiri oleh anaknya. ‘’Jadi anaknya langsung mengambil parang itu, dan langsung dibawa ke Polsek,” ceritanya. (dan/msu)

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

Shared post on

Instagram embed
Editor : Yuan Edo Ramadhana
#parang #salat subuh #Polsek #sembunyi #Kedungadem #Pembacokan #takbir #bojonegoro #Jemaah #pelaku #Pagi #Peristiwa #musala