Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Bus Jemaah Umrah Kecelakaan dan Terbakar, Dua Jemaah Bojonegoro Meninggal

Yuan Edo Ramadhana • Jumat, 21 Maret 2025 | 23:05 WIB
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)
(ISTIMEWA/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sebuah bus yang memuat rombongan umrah mengalami kecelakaan di tengah perjalanan hingga terbakar pada Kamis siang waktu Arab Saudi (20/3). Enam penumpang meninggal dalam peristiwa tersebut, termasuk dua warga asal Bojonegoro.

Menurut laporan dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah, bus rombongan umrah mengalami kecelakaan di jalan Makkah-Madinah turut Wadi Qudaid, sekitar 150 km ke utara dari Jeddah. Diduga bus jemaah umrah ditabrak oleh sebuah jip yang mencoba menyalip bus tersebut. Hingga menyebabkan bus terguling dan kemudian terbakar.

“Total WNI jemaah umrah yang menjadi korban kecelakaan berjumlah 20 orang. Enam diantaranya meninggal, sementara 14 sisanya luka-luka dan sudah dibawa ke rumah sakit setempat,” jelas Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kemlu RI Judha Nugraha dalam keterangan tertulis pada Jumat siang (21/3).

“Kemlu RI saat ini sedang berkoordinasi dengan Kementerian Agama RI serta agensi umrah yang memberangkatkan jemaah, untuk mendapatkan data lengkap para WNI dan keluarga di Indonesia. Kemlu juga telah memeberitahukan persitiwa ini kepada pihak keluarga,” tambah Judha.

Diketahui, setidaknya dua dari enam korban meninggal merupakan warga asal Bojonegoro. Salah satunya adalah anggota DPRD Bojonegoro F-PKB, Eny Soedarwati, yang berasal dari Desa Sobontoro, Kecamatan Balen.

Salah satu kerabat Eny, M. Yasin mengatakan, keluarga dan kawan-kawan Eny terakhir berkomunikasi langsung dengan Eny sebelum berangkat ke tanah suci.

“Selain syukuran makan bersama, beliau meminta doa restu agar diberi keselamatan dalam menjalankan ibadah sehingga menjadi umrah yang mabrur,” ujarnya saat ditemui di rumah duka Jumat siang (21/3).

(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)
(YUAN EDO/RADAR BOJONEGORO)

Rangkaian ibadah umrah dilaksanakan hingga periode Idul Fitri 1446 Hijriyah. Sehingga sedianya Eny dan rombongan umrah dijadwalkan kembali ke tanah air usai lebaran.

“Beliau juga berkata kepada saya, ‘Bapak’e, saya waktu hari raya nanti masih di sana. Saya berangkat hingga 17 hari, jadi sekalian ambil cuti’,” jelas Yasin.

Yasin sendiri berpandangan semasa hidupnya, Eny merupakan sosok yang adil dan merakyat.

“Alhamdulillah mbak Eny merupakan sosok yang baik. Beliau bercita-cita bagus, membawa warga Bojonegoro melalui kursi legislatif, serta sering berkomunikasi dengan tokoh ulama, kiai dan masyarakat. Beliau tidak membeda-bedakan siapapun,” ujar sesama pegiat Nahdlatul Ulama Bojonegoro tersebut.

“Sehingga kabar ini membuat kami merasa kehilangan. Namun takdir telah berkehendak sehingga kami tetap menerima. Terlebih beliau meninggal pada malam Jumat dan saat melaksanakan ibadah umrah. Untuk rencana pemakaman masih simpang siur, namun pandangan kami kemungkinan dimakamkan di tanah suci,” tambah Yasin. (edo/cho)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#Wadi Qudaid #jemaah umrah #Makka #arab saudi #kjri #kementerian agama #nahdlatul ulama #madinah #jeddah #dprd bojonegoro #Kemlu RI #bojonegoro #balen #kecelakaan #umrah #wni