BLORA, Radar Bojonegoro - Seluruh korban insiden jatuhnya lift crane proyek pembangunan gedung RS PKU Muhammadiyah Blora masih mendapatkan gaji hingga enam bulan ke depan. Ketua Panitia Pembangunan RS PKU Muhammadiyah Blora Sugiyanto mengatakan, pihaknya tetap memberi upah penuh per minggu untuk para pekerja yang menjadi korban.
’’Kami tetap memberi upah penuh per minggu untuk mereka para pekerja yang jadi korban. Sampai pekerjaan selesai,” ujarnya. Ia juga mengatakan, pemberian upah tersebut diberikan kepada seluruh korban. Namun, untuk korban yang meninggal, kata dia, hanya diberikan upah 50 persen hingga proyek tersebut selesai.
’’Untuk keluarga yang ditinggal diberikan upah 50 persen dari gaji harian yang diterima,” tuturnya. Lebih lanjut, untuk perawatan setiap pekerja, pihaknya telah menjadwalkan untuk dilakukan perawatan di rumah. Diharapkan dari setiap perawatan yang ditempuh dapat cepat membuat pulih para pekerja.
’’Kami jadwalkan dua hari sekali untuk mengunjungi pekerja yang telah dinyatakan boleh pulang,” katanya. Sugiyanto menargetkan, proyek tersebut akan selesai dalam enam bulan ke depan. Namun, hingga saat ini, proyek tersebut masih diberhentikan sementara pascatragedi.
Sugiyanto juga mengungkapkan semasa pemberhentian proyek tersebut, para pekerja lainnya tidak lagi bekerja. Namun, sepengetahuan dia para pekerja lainnya itu adalah seorang petani. (hul/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana