BLORA, Radar Bojonegoro - Wanita berusia 67 tahun tersambar kereta api pada Sabtu malam (8/2) di perlintasan kereta Desa Kediren Kecamatan Randublatung. Polisi saat ini masih melakukan penyelidikan tragedi yang merenggut nyawa korban di lokasi.
Kapolsek Randublatung, AKP Pujiono menyampaikan, korban bernama Wagirah, warga Desa Mendenrejo Kecamatan Kradenan. Korban hendak melintas rel kereta api km.67+9 Desa Kediren sekitar pukul 19.16 WIB. Namun, nahasnya Wagirah tersambar kereta api dari barat.
“Tertabrak kereta api penumpang Airlangga 272 jurusan Pasar senen Jakarta - Pasar Turi Surabaya,” ungkapnya.
Baca Juga: Inilah Penyebab Café-Homestay di Babat Terbakar, Tiga Pengunjung Tewas
Pihaknya menjelaskan, petugas langsung melihat tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan para saksi. Tercatat sudah 3 saksi yang dimintai keterangan dan ikut datang ke TKP.
“Salah satu saksi yang melihat adalah saudaranya, korban sudah dua hari belum pulang,” ungkapnya.
Petugas medis lalu melakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh korban dengan hasil tidak ditemukan tanda tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban.
Kasat Reskrim Blora AKP Selamet menambahkan, untuk pengusutan kasus warga yang tertabrak kereta masih didalami. Proses penyelidikan tetap berlangsung hingga kemarin (9/1). “Masih dalam proses lidik,” tambahnya.
Sementara itu, Manager Humas KAI DAOP 4 Semarang, Franoto Wibowo membenarkan bahwa kereta api Airlangga jurusan Jakarta-Surabaya menabrak orang di perlintasan antara Stasiun Wadu-Randublatung. Menurutnya, masinis telah membunyikan klakson beberapa kali namun tidak hiraukan.
“Korban tidak mengindahkan peringatan yang diberikan oleh masinis berupa klakson lokomotif yang dibunyikan berulang kali,” klaimnya. (luk/zim)
Editor : Hakam Alghivari