RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Dua puluh pendaki gunung terjebak di dalam sebuah jurang di area Gunung Wilis, Kabupaten Madiun setelah mencoba melalui rute alternatif. Beruntung, mereka dapat diselamatkan setelah terjebak selama dua jam pada Minggu malam (19/1).
Menurut ketua rombongan pendakian Yong Hin, awalnya mereka mendaki dengan tujuan menuju air terjun Krecekan Ndenu. Namun, rute umum yang biasa digunakan tidak dapat dilintasi karena terhalang. Sehingga mereka memilih melintasi jalur alternatif.
"Kami berangkat dari Dusun Jajar di pagi hari, tapi jalur utama yang biasa kami pakai terhalang. Akhirnya kami memilih jalur lain ke arah barat sekitar 100 meter,” ungkapnya.
Sayangnya, keputusan tersebut malah membawa mereka ke area jurang turut Desa Kepel, Kecamatan Pare. Area di sekitar jurang juga tertutup oleh medan yang sulit.
“Kami sempat mengambil jalan yang terlihat mendekati lokasi tujuan. Tetapi tiba-tiba terjadi reruntuhan batu menutup jalan. Kami mencoba mencari jalur lebih landai,” tambah Yong.
Turunnya hujan dengan intensitas tinggi, membuat situasi rombongan tersebut terpaksa bertahan di area jurang. Beruntung, salah satu anggota rombongan berhasil mengeluarkan diri dari jurang tersebut. Dia bergegas mencari bantuan kepada warga setempat.
Anggota tersebut berhasil bertemu dengan salah satu warga setempat, Marsidi. Marsidi pun memberi tahu warga desa dengan pesan singkat.
"Saat itu ada orang yang teriak minta tolong. Katanya teman-temanya terjebak di jurang sedalam seratus meteran," ungkap Marsidi.
Marsidi langsung memberitahu waga desa melalui grup pesan singkat warga. Dan beberapa warga pun bergegas menuju jurang dengan peralatan lengkap. Namun hari yang beranjak gelap sempat menghalangi proses evakuasi.
“Awalnya ada informasi korban di bagian barat, tetapi setelah ditelusuri, ternyata mereka berada di sisi timur dengan medan yang sangat berbahaya. Namun akhirnya mereka dapat dijangkau dengan tali,” jelas Marsidi.
Menurut Marsidi, evakuasi para pendaki memakan waktu hingga satu jam. Hingga selesai proses evakuasi sekitar pukul enam sore.
“Kira-kira mereka sudah terjebak selama dua jam, dan setelah kami evakuasi, kami beri bantuan perawatan serta makanan dan minuman,” ujar Marsidi. (edo/cho)
Editor : Yuan Edo Ramadhana