BOJONEGORO, Radar Bojonegoro - Kegaduhan sempat terjadi di SMPN 1 Kedewan sekitar pukul 09.00 WIB Kamis (31/10). Lantara ada belasan siswa berteriak dan meracau tak wajar. Bahkan, peristiwa yang diduga kesurupan tersebut, sudah terjadi dua hari berturut-turut.
Pihak sekolah pun mencari solusi, mulai pertolongan pertama saat siswa yang tak sadarkan diri, dan meminta bantuan kiai setempat, hingga memulangkan siswa-siswinya lebih pagi. ’’Hari ini, ada delapan anak yang mengalami kesurupan, hari Rabu (30/10) ada tujuh anak,” ungkap Kepala SMPN 1 Kedewan Wahyudiono kemarin.
Menurutnya, kejadian tersebut sempat membuat kegiatan belajar mengajar terganggu, dan akhirnya seluruh siswa terpaksa dipulangkan. ’’Saya khawatir merembet ke lebih banyak siswa, ya akhirnya dipulangkan,” ujarnya.
Selain itu, rerata siswa kesurupan yakni perempuan sampai tak sadarkan diri. Keputusan untuk memulangkan seluruh siswa itu, menurut Wahyudiono, juga telah izin dengan dinas terkait. Dan, berkoordinasi dengan pihak Polsek Kedewan.
Selain itu, saat peristiwa terjadi, guru-guru telah melakukan pertolongan pada anak-anak yang mengalami kesurupan, juga meminta bantuan pada kiai setempat. Terlebih, saat peristiwa berlangsung, rerata siswa sempat berkata-kata tak wajar. ’’Siswa nggremeng, katanya omahku dirusak (rumahku dirusak, Red), begitu terus,” imbuhnya.
Luluk, salah satu wali murid menyampaikan, bahwa kejadian yang diduga kesurupan tersebut, dialami oleh teman-teman anaknya saat kegiatan belajar berlangsung. Hingga membuat siswa yang biasanya dijadwalkan pulang pukul 13.00 WIB, sudah pulang sekitar pukul 10.00 WIB.
’’Anak-anak sudah dipulangkan tadi pagi, kejadiannya sudah dua hari ini,” ujarnya. Sementara itu, kejadian tersebut sempat membuat heboh warga di sekitar sekolah, terlebih kejadian itu diketahui baru kali pertama terjadi di sekolah SMP di Desa/Kecamatan Kedewan. ’’Belum tahu kenapa, karena baru kali pertama ini terjadi, setahu saya,” ungkap Kepala Desa (Kades) Kedewan Sumiyati. (dan/bgs)
Editor : Hakam Alghivari