BLORA, Radar Bojonegoro - Hujan disertai angin kencang porak porandakan 19 rumah di empat desa turut Kecamatan Jati. Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta. Camat Jati Tulus Setyono dalam laporannya mengungkapkan, hujan deras disertai angin beliung di wilayah Jati menyebabkan 19 rumah rusak sekitar pukul 18.20 WIB, Senin lalu (28/10).
Kerusakan tersebut tersebar di empat desa yakni Desa Gabusan, Tobo, Pengkoljagong, dan Randulawang. ’’Kami telah minta bantuan guna meringankan beban bagi warga yang terkena musibah,” pintanya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Triyono menyampaikan, hujan deras melanda wilayah selatan Blora mengakibatkan belasan rumah rusak. Terutama rumah warga yang berada di Kecamatan Jati. ’’Petugas diterjunkan pada malam itu ke lokasi,” ujarnya.
Tri mengatakan, tercatat 19 rumah warga rusak dengan kategori berat hingga sedang. Satu rumah roboh hingga tidak bisa dihuni. Beberapa rumah yang rusak sedang, atap rusak, dan tembok roboh. Pihaknya menaksir kerugian karena bencana tersebut mencapai ratusan juta.
’’Rumah yang rusak berat kerugiannya mencapai Rp 150 juta, ada yang kerusakan sedang kerugiannya Rp 10 juta hingga Rp 60 juta,” terangnya.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Blora Abdul Mukhid mengatakan, pihaknya telah mengunjungi rumah-rumah warga rusak diterjang angin. Memberikan bantuan berupa pakaian dan kebutuhan pokok bagi warga terdampak.
’’Hari ini kami telah salurkan bantuan, mulai pakaian dan kebutuhan pokok berupa beras, minyak dan sejenisnya,” jelasnya. Ditanya terkait mitigasi bencana angin beliung, pihaknya saat ini hanya bisa melakukan mitigasi dengan koordinasi lintas sektor.
Memberikan imbauan cuaca ekstrim yang masih terjadi di wilayah Blora. ’’Kalau dari tahun lalu memang wilayah selatan yang sering terjadi bencana angin. Untuk secara geografis itu ranahnya BMKG,” ujarnya. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana