BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Orang tua harus selalu waspada, khususnya ketika di sekitar perlintasan kereta api (KA).
Sebab, akibat dari kelalaian, balita berusia 2 tahun tersambar KA di Desa/Kecamatan Kalitidu pada Sabtu (28/9).
Humas Balai Teknik Perkeretaapian Surabaya Alfaviega Septian Pravangasta menyampaikan, bahwa beberapa KA sudah mengalami peningkatan kecepatan, seperti KA Argo Bromo Anggrek yang menemper bocah di Kalitidu, bisa melintas hingga 120 km/jam.
‘’Kami tak pernah berhenti mengimbau untuk selalu mematuhi aturan untuk tidak beraktivitas di area jalur KA, baik itu bermain, duduk-duduk, maupun melakukan aktivitas yang lainnya,” terangnya.
Kapolsek Kalitidu Polres Bojonegoro AKP Saefudinuri, bocah berinisial AWM, 2, yang tertemper kereta kondisinya meninggal dunia sekitar pukul 15.12 WIB. Menurutnya, korban diduga sedang bermain di sekitar jalur rel KA berdekatan dengan rumahnya.
‘’Ibu korban sedang pergi ke toko untuk membeli minuman, sementara korban dititipkan kepada neneknya,” terangnya.
AKP Saefudinuri menambahkan, setelah kejadian, jasad korban dibawa ke RSUD dr R Sosodoro Djatikoesoemo untuk dilakukan visum, kemudian diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.
Masyarakat di sekitar rel kereta api diimbau berhati-hati dan waspada. ‘’Apabila memiliki anak kecil atau balita agar selalu diawasi,” imbuhnya.
Diketahui, kejadian itu menambah daftar korban meninggal tertabrak KA di Bojonegoro sebanyak 3 korban pada tahun ini, kejadian pada 21 Juni lalu yakni K (inisial), warga Kecamatan Peterongan, Jombang yang ditemukan tewas di rel KA Desa Sukoharjo, Kecamatan Kalitidu.
Kemudian, kejadian pada Minggu 7 Juli lalu, korban yakni MB, remaja 11 tahun itu kehilangan nyawa setelah tertabrak KA Cargo. Korban yang tinggal di Jalan Panglima Polim, Gang Akasia, Kelurahan Sumbang, terlibat laka saat bermain layangan. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari