Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Dinas Sosial Kabupaten Blora Akui Kekurangan Tenaga Psikolog

Yuan Edo Ramadhana • Selasa, 10 September 2024 | 19:42 WIB
Ilustrasi Stres. (IST/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Stres. (IST/RADAR BOJONEGORO)

 

BLORA, Radar Bojonegoro - Kasus bunuh diri menjadi aib tersendiri bagi Kabupaten Blora. Dalam pantauan Jawa Pos Radar Bojonegoro, setidaknya satu bulan sekali terdapat kasus bunuh diri Kota Sate itu.

Faktornya beragam. Mulai dari faktor ekonomi, faktor kesehatan dan juga sosial.  Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora prihatin terhadap pekerjaan rumah (PR) yang tak kunjung beres tersebut.

Bahkan, dinsos akui kekurangan tenaga psikolog. Kepala Dinsos P3A Blora Luluk Kusuma mengatakan, pihaknya memang kekurangan tenaga psikolog. Ia akui, psikolog hanya ditemui di Rumah Sakit Umum (RSU) saja.

’’Kami masih kekurangan tenaga ahli psikolog. Kalau di RSU itu ada. Cuma kalau misal kami pakai tenaga mereka, pelayanan umum di RS akan terganggu,” ujarnya. Dari kekurangan itu, pihaknya coba mengusulkan pembentukan formasi psikolog pada CPNS 2024.

’’Kami usul dua sampai tiga psikolog. Kami berharap ada lah nanti yang mengisi. Memang kami masih minim,” terangnya. Walau begitu, pihaknya selama ini juga telah dibantu oleh pekerja sosial yang ditunjuk langsung Kementerian Sosial RI.

’’Ada pekerja sosial satu di sini. Dari Kemensos. Tugasnya hampir sama dengan psikolog. Di Blora ini memang perlu aware kepada masalah-masalah kesehatan psikis,” ucapnya. Luluk meminta maaf, sebab pihaknya masih belum bisa maksimal dalam menangani permasalahan itu.

Ia akui, terus memaksimalkan upayanya untuk menekan kasus bunuh diri. ’’Kami meminta maaf belum maksimal. Memang faktornya kompleks. Kebanyakan sakit menahun, gangguan psikis, dan juga faktor ekonomi atau kemiskinan. Baru-baru ini ada pemuda di Blora yang mengakhiri hidupnya dengan cara seperti itu. Kami turut prihatin dan berduka cita,” terangnya. (hul/bgs)

 

 

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#kota sate #Sosial #RSU #bunuh diri #Dinsos P3A #psikolog #pekerjaan rumah #Tenaga #kekurangan #Kasus #kementrian #blora #dinsos #RI