BLORA, Radar Bojonegoro - Aksi kritik kepada BPR Bank Blora Artha yang dilakukan Mahasiswa Blora cukup unik dan sarkastik kemarin (10/7). Mereka menggalang koin dari pengendara jalanan, terkumpul Rp 49 ribu dan akan didonasikan kepada Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut.
Aksi galang koin peduli Bank Blora Artha itu sebagai bentuk kritik terhadap permasalahan kredit macet di Perusahaan Umum Daerah (Perumda) BPR Bank Blora Artha yang mencapai Rp 20 miliar.
Ketua Umum Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blora Miftah Khoirun Najib menyampaikan kekhawatirannya terhadap nasib Bank Blora Artha atas kredit macet hingga Rp 20 Miliar.
Sehingga, dirinya dan teman-teman mahasiswa turun ke jalan dengan cara menggalang koin di jalanan. ’’Kami prihatin dengan apa yang terjadi di Bank Blora Artha. Sehingga, kami inisiatif untuk galang koin di pertigaan kantor kejaksaan,” jelannya
Najib mengatakan, uang yang didapatkan dari pengguna jalan itu terkumpul Rp 49 ribu, nantinya akan didonasikan kepada pihak Bank Blora Artha. Hal itu menurutnya sebagai perwujudan kritik, agar BUMD tersebut bisa kembali sehat.
Selain itu, pihaknya juga mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Blora mengusut tuntas kasus kredit macet. Dia meminta agar semua pihak yang terlibat diproses hukum seadil-adilnya.
Sementara itu, Direktur BPR Bank Blora Artha Arief Syamsuhuda saat dikonfirmasi Radar Bojonegoro kemarin (10/7) belum memberikan jawaban atas kritik yang dilakukan oleh mahasiswa tersebut. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana