BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kecelakaan kembali terjadi di Jalan Ngasem-Dander turut Desa Sendangharo kemarin (27/5). Kejadian laka di objek wisata Kahyangan Api tersebut, bahkan sudah lima kali terjadi sejak 18 Mei lalu.
Rerata laka tunggal, akibat curamnya tanah di samping jalan.
‘’Jalannya turun dan sempit, juga tidak ada pembatas jalan,’’ beber Kapolsek Ngasem Iptu Karyoto di lokasi kejadian.
Menurutnya, rerata laka memang terjadi di utara jalan, dan diketahui bahwa kondisi bahu jalan tersebut curam tanpa adanya plengsengan, membuat pengendara terguling.
Kejadian laka berturut-turut terjadi pada 18 sampai 21 Mei lalu Sebelum kemudian terjadi lagi kemarin (27/5) di Jalan Ngasem-Dander tepatnya Desa Sedangharjo, Kecamatan Ngasem.
Laka juga sempat menelan satu korban jiwa, yakni pengendara motor warga Desa Sendangharjo, Kecamatan Ngasem. ‘’Memang sering, dan rerata kecelakaan tunggal,’’ ungkapnya.
Sementar itu, kejadian laka tunggal mobil L-300 yang terguling kemarin, telah ditangani oleh Satlantas Polres. Namun, melihat kondisi jalan di objek wisata tersebut, pihaknya langsung menyampaikan kondisi tempat kejadian perkara ke Pemerintah Kecamatan Ngasem. ‘’Kita sudah sampai ke Kecamatan, untuk diteruskan ke dinas terkait,’’ imbuhnya.
Terpisah, Hermawan, pengendara asal Kecamatan Ngasem mengatakan, pernah mengalami laka di lokasi tersebut. Menurutnya, kejadian laka kemungkinan besar terjadi karena pengendara berjalan terlalu menepi, sedangkan masih banyak jalan belum dilengkapi pembatas.
‘’Masih banyak yang belum ada plengsengan dan pembatas, meski pelan tetap bisa jatuh ke jurang,” bebernya. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari