Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Darurat Longsor di Dua Titik Selatan Blora, Segera Tancapkan Turap Baja

Hakam Alghivari • Rabu, 24 April 2024 | 21:50 WIB
PENANGANAN LONGSOR: Alat berat mulai diturunkan guna mitigasi longsor jembatan turut Desa Gadon, Kecamatan Cepu dan jalan Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban.
PENANGANAN LONGSOR: Alat berat mulai diturunkan guna mitigasi longsor jembatan turut Desa Gadon, Kecamatan Cepu dan jalan Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban.

BLORA, Radar Bojonegoro - Tanah longsor yang memutus akses jembatan turut Desa Gadon, Kecamatan Cepu serta akses jalan di Desa Panolan, Kecamatan Kedungtuban akhirnya tertangani. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo OP 4 mulai lakukan survei alat berat pemancangan.

Pasalnya, dalam waktu sebulan, BBWS akan memasang material turap baja untuk penanganan longsor. Gerak cepat tersebut disebabkan kondisinya darurat dan menghambat akses jalan masyarakat.

Staf Teknis BBWS OP4 Sapto mengatakan, pengiriman material dan alat berat mulai berdatangan sejak Senin lalu (22/4). Setidaknya, ada 75 turap baja atau steel sheet pile (SSP). Dan, beberapa alat berat untuk penanganan longsoran tersebut.

’’Hari ini (kemarin), juga ada 10 dump truck pasir atau tanah untuk akses jalan. Waktu sebulan ke depan penanganan tersebut direncanakan. Harapannya, bisa diselesaikan apabila kondisi lokasi memungkinkan. Alat pemancangnya pakai vibro,” jelasnya kemarin (23/4).

Ia juga mengatakan, penanganan titik longsor tersebut bersifat darurat dan menjadi prioritas. Ia juga akui penanganan ini sifatnya kolaboratif. ’’Penanganan longsor dari BBWS, untuk jalannya itu tanggung jawab dinas terkait. Kategori prioritas. Sebab, dari kabalai dan Bupati Blora menginginkan segera teratasi,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Sumber Daya Air (SDA) DPUPR Blora Surat mengatakan, perbaikan jalan dan jembatan menunggu mitigasi BBWS rampung. Sebab, menurutnya perlu pembongkaran jalan agar hasilnya kokoh dan maksimal.

’’Kami tunggu BBWS dulu. Pemancangan alat mitigasi juga tergantung volume air. Setelah beres, baru kami beraksi,” jelasnya. Terkait anggaran, ia belum bisa memastikan. Sebab, sifatnya darurat. ’’Soal anggaran belum pasti. Sebab, ini bukan proyek kontraktual yang sudah ada hitungan pastinya. Ini sifatnya darurat karena bencana. Jadi, dibangun sebagaimana baiknya dulu,” terangnya.

Surat menambahkan, respons dan penanganan cepat longsor tersebut merupakan hasil lobi Bupati Blora Arief Rohman ke pemerintah pusat usai terjadi longsor pada Maret lalu. (hul/bgs)

Editor : Hakam Alghivari
#longsor #Kabid #jembatan #bbws #sda #blora #DPUPR