BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Suasana mudik lebaran 2024 mulai terasa, lalu lintas kendaraan di jalan nasional mulai Kecamatan Baureno hingga Ngraho kian padat. Tentu pengendara perlu waspada
Terlebih, Bojonegoro menjadi salah satu jalur alternatif yang dilewati pemudik.
Bahkan, padatnya kendaraan di jalan nasional, sempat membuat bus terlibat laka Rabu (3/4) lalu turut Dusun Nogiri, Desa Purworejo, Kecamatan Padangan.
‘’Bus jurusan Bojonegoro-Ngawi menabrak rumah warga, membuat pagar dan teras rusak,” ungkap Kades Purworejo Sakri Kamis (4/4).
Dia menjelaskan, padatnya lalu lintas membuat bus membanting setir untuk menghindari pengendara motor. ‘’Beruntung tidak ada korban jiwa meski penghuni rumah sedang berada di dalam,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro.
Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro Muhamad Aris Hidayatullah mengatakan, sepanjang jalur nasional di Bojonegoro memang kian padat, terlebih tidak adanya pembatasan angkutan barang. ‘’Karena dalam SKB (surat keputusan bersama) pembatasan mulai 5 April, tidak menyebut Bojonegoro,” terangnya.
Namun, pihak dishub memprediksi banyaknya pemudik yang bakal melewati Bojonegoro, dan akhirnya memetakan empat kawasan rawan kepadatan lalu lintas seperti di perlintasan sebidang atau rel kereta api, persimpangan, dan pasar tumpah, dan jembatan di sepanjang Jalan Mulai Kecamatan Baureno, Padangan, hingga Ngraho. ‘’Meski pun tidak ada pembatasan, tetap kita antisipasi,” terangnya.
Sementara itu, Kapolres Bojonegoro AKPB Mario Prahatinto menganjurkan, agar kegiatan mudik jelang Lebaran ini dilakukan masyarakat sebelum puncak arus mudik, untuk meminimalisasi berbagai risiko. ‘’Melihat pergerakan warga yang meningkat tahun ini, kami mengimbau agar masyarakat mudik lebih awal,” pintanya kemarin. (dan/msu)
Editor : Hakam Alghivari