LAMONGAN, Radar Lamongan - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan terus memantau adanya gempa susulan di timur laut Tuban, kemarin (23/3). Petugas memantau informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dari monitor warning receiver system di Kantor BPBD Lamongan.
Kalaksa BPBD Lamongan, Joko Raharto menjelaskan, masih ada gempa susulan hingga kemarin, meski getarannya tidak seperti sebelumnya. ‘’Meskipun secara kekuatan skalanya kecil, masih ada, terakhir 150 kali pada titik yang sekitaran itu, rerata magnitudo 1,5 sampai dua lebih,’’ tutur Joko, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Sebelumnya, warga Lamongan merasakan tiga kali getaran, Jumat (22/3). Sejumlah bangunan warga dan fasilitas umum terdampak. Di antaranya atap kubah di Masjid Desa Blawi, Karangbinangun retak sedang; barang di toserba Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran berjatuhan; serta satu satu bangunan roboh menimpa motor di Desa Parengan, Kecamatan Maduran.
Selain itu, sejumlah rumah di Kecamatan Glagah rusak ringan hingga sedang, bangunan Balai Desa Morocalan, Kecamatan Glagah rusak sedang; salah satu bangunan di RSUD dr Soegiri Lamongan retak sedang, dan satu rumah di Desa Banjarwati, Kecamatan Paciran rusak sedang.
Disinggung terkait adanya potensi gempa susulan. Joko mengimbau, warga tetap tenang tapi tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD. ‘’Dan yang lebih tidak kalah pentingnya, mencari informasi dari sumber yang valid. Karena bisa jadi ada informasi hoaks, ada gempa susulan pukul sekian, dengan kekuatan sekian, ini kadang membuat masyarakat resah,’’ terangnya. (sip/ind)
Editor : Yuan Edo Ramadhana