BLORA, Radar Bojonegoro – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 2,8 terjadi di wilayah Blora, Rabu (20/3). Uniknya, yang bisa merasakan getaran hanya warga Desa Palon, Kecamatan Jepon. Diperkirakan, getaran terjadi tiga sampai empat detik.
Kepala Desa (Kades) Palon Darsono mengaku, ketika ingin berangkat dinas di balai desa merasakan getaran yang cukup membuatnya kaget sekitar pukul 09.38 WIB kemarin.
’’Hanya getaran, lindu kalau orang Jawa menamainya. Terjadi sekitar tiga sampai empat detik. Saya di rumah ini sampai bergetar,” katanya.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Blora Agung Tri menjelaskan, dari pantauan yang dilakukan usai terjadi getaran. Hanya warga Palon yang semuanya merasakan getaran dan sebagian dukuh di Desa Jiken. Sementara, daerah lain yang telah dikonfirmasi tidak merasa ada getaran gempa.
Tidak ada korban jiwa dan kerusakan yang ditimbulkan. Namun, pihaknya tetap mengimbau masyakat agar tidak panik dan selalu waspada. Ia mengungkapkan, Kabupaten Blora sendiri berada di empat patahan lempeng bumi.
’’Yang berpotensi besar menyebabkan gempa ditengarai di Sesar Kendeng dan Sesar Pati,” jelasnya. Sementara, Sesar Rembang-Madura-Kangean-Sakala (RMKS) dan Sesar Muria tak begitu berpengaruh. Berdasar hasil analisis BMKG, belum ada potensi gempa susulan. (luk/bgs)
Editor : Yuan Edo Ramadhana