BLORA, Radar Bojonegoro - Angin puting beliung kembali menerjang wilayah selatan Blora, Senin petang lalu (26/2). Tercatat, ada 23 rumah di empat desa turut Kecamatan Kedungtuban rusak. Kerugian material ditaksir mencapai Rp 178 juta. Untungnya, tidak ada korban jiwa pada tragedi tersebut.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora Agung Tri menjelaskan, bencana angin puting beliung kembali terjadi. Setelah asesmen dan pendataan hingga pagi kemarin (27/6) diketahui ada sekitar 23 rumah warga di Kecamatan Kedungtuban alami kerusakan.
’’Saat kejadian Senin petang (26/2) ada 14 rumah. Pagi ini (kemarin), kami data lagi sekitar ada tambahan 9 rumah. Jadi total 23 rumah,” terangnya. Agung menerangkan, 23 rumah yang rusak hingga roboh tersebar di empat desa. Meliputi, Desa Wado, Klagen, Panolan, dan Kemantren.
Rerata rumah yang roboh bermaterial kayu. Diketahui banyak rumah warga di wilayah selatan masih berdinding dan penyangga atap berupa kayu. ’’Hari ini (kemarin), warga bersama pemdes masih gotong royong perbaikan dan pembersihan sisa bangunan,” jelasnya.
Pihaknya memaparkan, satu rumah milik Sadi, warga Desa Wado mengalami rusak parah. Karena bangunan rumah ambruk. Sementara, rumah dengan rusak sedang berjumlah 8 rumah dan sisanya rusak ringan. Ditaksir secara keseluruhan kerugian mencapai Rp 178 juta. ’’Kami imbau kepada warga agar tetap waspada karena cuaca masih ekstrem,” tuturnya.
Camat Kedungtuban Rajiman, saat dihubungi Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (27/2), belum memberikan konfirmasi terkait kondisi warga usai tertimpa bencana telah mendapat bantuan atau belum. (luk/bgs)
Editor : Hakam Alghivari