BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Tiga hari terakhir ini, setiap hari terjadi kecelakaan di Jalan Nasional Bojonegoro. Tiga korban nyawanya melayang di jalan.
Berdasarkan data dihimpun, pada Selasa (3/10) sekitar pukul 22.30. Laka menewaskan pengendara motor di Jalan Raya Bojonegoro-Cepu turut Desa Ngulanan, Kecamatan Dander.
Korban berinisial MAK, 19, meninggal setelah terlibat laka dengan truk. Sementara, pengemudi truk melarikan diri dan masih dalam proses penyelidikan.
Lalu, kejadian laka pada Rabu (4/10) sekitar pukul 18.00, kembali menewaskan pengendara motor setelah terlibat laka karambol dengan truk dan mobil taft, laka menewaskan RR, 17, warga asal Kecamatan Padangan. Laka bahkan membuat motor matic milik korban hangus terbakar.
Kemudian, laka kembali terjadi pada Kamis (5/20) sekitar pukul 14.00 WIB, dan menewaskan pengendara motor yang terlibat laka dengan mobil pickup. Korban yakni Febri, asal Desa Sobontoro, Kecamatan Balen, meninggal dunia dalam perawaran di RSUD.
Tiga kejadian laka beruntun itu, menimbulkan kekhawatiran pengguna jalan karena rerata menelan korban jiwa pengguna motor, dan seluruhnya terjadi di Jalan Nasional wilayah Bojonegoro. ‘’Jalan nasional di Bojonegoro perlu perhatian khusus, karena semakin ramai dan banyak truk-truk besar,” ungkap Rozik, warga Desa Kabunan, Kecamatan Balen.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Bojonegoro mengatakan, bahwa kendaraan di jalan nasional masih normal dan tidak mengalami peningkatan drastis, dan kejadian laka tersebut bisa terjadi karena berbagai faktor tak hanya volume kendaraan. ‘’Landai dan tidak ada peningkatan signifikan,” ungkapnya Kamis (5/10). (dan/msu)
Editor : Eka Fitria Mellinia