BOJONEGORO, Radar Bojonegoro – Kebakaran lahan hutan terus meluas di Kabupaten Bojonegoro, mulai kawasan hutan di Kecamatan Temayang, Dander, hingga Ngraho.
Selain membuat wilayah hutan terancam, juga menimbulkan dampak polusi yang mengganggu warga. Asap kebakaran hutan di Kecamatan Dander Selasa lalu (22/8), sempat menyebabkan pengguna jalan kehilangan pandangan dan menganggu pernapasan.
Siti Aufa, salah seorang warga telah melaporkan kejadian kebakaran hutan di kawasan hutan Kahyangan Api turut Desa Ngunut, Kecamatan Dander pada Selasa (22/8).
Menurutnya, asap dari kebakaran hutan tersebut sangat mengganggu pengguna jalan yang melintas. Tak hanya menganggu pernapasan, namun juga pandangan pengguna jalan. ‘’Sebagai pengguna jalan merasa terganggu,” ungkapnya kemarin (23/8).
Dia menambahkan, saat kejadian kebakaran tersebut dia tidak melihat adanya orang di sekitar lokasi, sementara api telah meluas dan sudah menyentuh area jalan raya. ‘’Kalau pengguna jalan tidak berhati-hati, bisa mengenai bagian api,” bebernya.
Kasi Tata Kelola dan Usaha kehutanan Cabang Dinas Kehutanan Bojonegoro Suminta mengatakan, kebakaran hutan di Bojonego rerata terhadi karena adanya kegiatan pembersihan lahan di bawah tegakan pohon jati.
Menurutnya, tegakan pohon jati tidak membuat pohon ikut terbakar dan hanya bagian bawah saja. ‘’Namun kita tetap berkoordinasi dengan perhutani, dan melakukan upaya mitigasi,” ungkapnya.
Kepala Dinas (Kadin) Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro Ahmad Gunawan mengungkapkan, rerata penyebab kebakaran lahan di kawasan hutan karena adanya aktivitas pembakaran sampah liar.
Terlebih di tempat yang banyak daun atau sampah kering. Sehingga api tersebut cepat meluas dan membakar lahan. ‘’Berdasarkan data Damkarmat, kebakaran lahan hutan telat terjadi di Kecamatan Temayang, Dander, Baureno, hingga Ngraho,” ungkapnya. (dan/msu)
Editor : M. Yusuf Purwanto