Korban ditemukan warga setelah dilakukan pencarian di kolam penampungan air tersebut, tutur Kapolsek Glagah, Iptu Bambang Siswoyo kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Dia menjelaskan, semula korban berangkat sekolah di SDN 1 Dukuh Tunggal. Kegiatan di sekolah hanya berdoa saja, karena saat itu tidak ada pelajaran. Selanjutnya korban mengajak temannya untuk bermain di luar sekolah. Korban dan temannya ke area kolam penampungan air yang tak jauh dari sekolahnya.
Sesampai di waduk, korban melepas kaos kaki dan bermain di pinggir kolam, ucapnya.
Namun tak lama kemudian korban terpeleset hingga terjebur ke kolam penampungan air tersebut. Mengetahui korban tercebur, temannya berteriak meminta tolong kepada warga sekitar. Warga selanjutnya menuju ke kolam penampungan air untuk berupaya menyelamatkan.
Tak lama kemudian setelah ditemukan, korban tentunya sudah tak sadarkan diri hingga akhirnya meninggal dunia, terangnya.
Siswoyo memastikan, tidak ada tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban. Sehingga, diakuinya, korban meninggal murni akibat terjebur.
Keluarga sendiri telah menerima atas kejadian tersebut, pungkasnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto