Salah satu korban, Sunarto, 34, mengalami luka bakar mencapai 23 persen. Pekerja asal Desa Kalen, Kedungpring itu menjalani operasi di RSUD Ngimbang, kemarin (15/6). Namun wartawan koran ini belum mendapatkan konfirmasi tingkat keparahan tiga korban lainnya.
Meliputi pekerja asal Kecamatan Kwadungan, Kabupaten Ngawi, Agus Sunardi, 34, dirawat di RSUD dr Soegiri Lamongan; pekerja asal Kecamatan Widang, Kabupaten Tuban, Oga Prastiyo, 24, dirawat di RSML Lamongan; serta pekerja asal Kecamatan Ngusikan, Kabupaten Jombang, Wanto, 39, dirawat di RSUD Jombang.
Humas RSUD Ngimbang, Bagot membenarkan, satu pasien bernama Sunarto masih menjalani perawatan medis, setelah mengalami luka bakar di tangan kanan dan punggung. Menurut dia, pasien masih lemas setelah menjalani tindakan operasi.
Kini telah menjalani tindakan debridement akibat mengalami luka bakar, tuturnya kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Humas RSUD Soegiri Lamongan, Tadi memastikan, satu pasien mengalami luka bakar di wajah dan tangan. Hingga kini pasien masih dirawat di ruang ICU, ucap Tadi.
Kasi Humas Polres Lamongan, Ipda Anton menjelaskan, semula salah satu mekanik mendapatkan laporan dari salah satu karyawan bagian produksi sekitar pukul 17.30 WIB. Yakni terdapat pipa oil boiler mesin pemanas mengalami kebocoran. Belum sempat diperbaiki, mesin tersebut meledak dan menimbulkan kebakaran.
Dimana mesin tersebut tentunya belum dilakukan perbaikan oleh empat mekanik, terangnya.
Empat mekanik yang berada di lokasi tersambar api dan mengalami luka bakar. Api cepat membesar karena material di dalam pabrik mayoritas kayu yang diolah. Sehingga beberapa karyawan telah melaporkan ke Polsek Kedungpring dan PMK, yang selanjutnya melakukan upaya pemadaman, tukasnya.
Kabid Damkar Lamongan Siswanto menuturkan, dimana pemadaman pabrik tersebut telah menerjunkan sebanyak 6 armada bantuan dari Korwil Lamongan, Babat, dan Ngimbang.
Api sendiri baru bisa dipadamkan oleh petugas kurang lebih 6 jam kemudian , terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto