‘’Salah satunya adalah karena faktor adanya pelanggaran dan kelalaian dari pengguna jalan yang melintas,’’ tutur Kanit Gakkum Polres Lamongan, Ipda Hadi kepada Jawa Pos Radar Lamongan.
Berdasarkan pengamatannya, laka lantas dipicu pengemudi yang mengantuk hingga putar balik. Beberapa kejadian di jalan nasional, pengemudi truk mengantuk. Sehingga menyebabkan truk terguling, yang memicu kemacetan arus lalu lintas.
‘’Kebanyakan para sopir enggan berhenti sejenak untuk menghilangkan rasa kantuknya. Apalagi rerata truk melakukan perjalanan jauh, yang tentunya secara fisik butuh istirahat,’’ imbuhnya.
Beberapa contoh yakni di wilayah Babat terdapat pengemudi truk mengantuk, hingga menabrak bapak dan anaknya yang masih balita hingga meninggal. Sedangkan di wilayah Karangbinangun, pasutri memacu kecepatan motornya, hingga menabrak mobil dari arah berlawanan.
‘’Minimnya kesadaran pengendara di jalan, sangat membahayakan bagi pengguna jalan yang lain dan diri sendiri,’’ ucapnya.
Dia mengimbau kepada pemilik truk untuk melakukan pengecekan terlebih dulu sebelum berangkat. Sebab, kondisi kendaraan yang kurang fit, memicu terjadinya laka lantas.
‘’Serta kalau capek atau mengantuk, agar beristirahat dan menepi untuk mencari tempat yang lebih aman untuk parkir,’’ terangnya. (mal/ind) Editor : M. Yusuf Purwanto