Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro Ahmad Adi Winarto mengatakan, bahwa selama 2021 sebanyak 150 kejadian kebakaran. Lalu turun menjadi 128 kejadian pada 2022. ‘’Penyebab turunnya kejadian kebakaran karena kebakaran lahan sangat sedikit,” tutur Adi.
Mengingat, dua tahun terakhir kondisi cuacanya kemarau basah. Sehingga sepanjang tahun masih sering turun hujan. Namun, kejadian kebakaran rumah tetap sama saja, tidak ada penurunan. Karena itu adanya prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), bahwa mulai April ini awal musim kemarau, masyarakat diharapkan waspada.
Sebab, diprediksi tahun ini bakal terjadi fenomena el nino atau kemarau panjang. ‘’Jadi pastikan ketika usai bakar daun kering atau sampah itu apinya sudah benar-benar padam. Kemungkinan apinya bisa merambat,” bebernya.
Ia menyebutkan data kebakaran lahan pada 2020 sebanyak 10 kejadian, pada 2019 sebanyak 17 kejadian, dan pada 2018 sebanyak 15 kejadian.
Sementara itu, Adi mengimbau masyarakat hendak mudik melepas semua stop kontak peralatan listrik sekaligus regulator elpiji. Guna mengantisipasi terjadinya arus pendek atau korsleting listrik. (bgs/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto