BLORA, Radar Bojonegoro - Kawah Oro-Oro Kesongo yang berada di Desa Gabusan, Kecamatan Jati meletus Selasa sore lalu (11/4). Letusan itu memuntahkan lumpur dan gas setinggi 30 meter. Seorang warga setempat tewas diduga akibat menghirup gas yang keluar dari letusan itu. Satu orang lainnya harus dilarikan ke rumah sakit.
Korban meninggal bernama Warino, 25, warga Dukuh Pekuwonlor Desa Gabusan Kecamatan Jati, Kabupaten Blora.
Kapolsek Jati Iptu Subardi mengatakan, pada Selasa lalu terjadi 12 letupan. Saat letupan itu korban berada di kandang sapi yang terletak di sekitaran Oro-Oro Kesongo. Persinya di sebelah timur lapangan Oro-Oro Kesongo.
‘’Pada Rabu pagi tepatnya 5 pagi, korban merasa sesak nafas akibat menghirup udara dampak gas dari letupan tersebut dan berlari ke arah dataran rendah lalu sudah tidak kuat dan tersungkur meminta tolong," jelasnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (12/4).
Saat korban meminta tolong, paman korban, Suwandi mendengarnya dan berlari menolong. Saat sampai di sekitar lokasi, Suwadi sudah melihat korban dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi kepala menancap di genangan air sekitaran sawah.
“Saat itu juga Suwadi merasa pusing badan lemas berada di lokasi," tuturnya
Sementara itu, Rusdi, warga sekitar mengatakan, tidak ada tanda-tanda kawah itu bakal meletus. Namun, minggu lalu sempat ada letusan kecil dan tidak sampai mengganggu aktivitas warga.
Selasa sore terdengar dua kali suara letusan menjelang buka puasa. Letusan pertama terjadi tepatnya pada pukul 16.30 WIB. Rabu dini hari (12/4) terjadi letusan lagi lebih besar. Warga sekitar yang tengah tidur kaget.
‘’Pukul dua malam itu paling kenceng suaranya. Jadi, awalnya itu mau masuk maghrib hingga menjelang subuh. Hampir 12 jam letusan tersebut berlangsung,’’ tuturnya kepada Jawa Pos Radar Bojonegoro kemarin (12/4).
Rusdi melanjutkan, setelah letusan reda, warga mulai mencium bau gas. Jarak antara pusat letusan dengan pemukiman warga hanya 500 meter. Sejumlah motor milik warga yang hendak digunakan untuk beraktivitas tiba-tiba macet. Diduga akibat terdampak gas. (hul/zim) Editor : M. Yusuf Purwanto