Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ardhian Orianto mengatakan, kawasan Bojonegoro rawan puting beliung di wilayah selatan dan timur. Salah satu tanda terjadinya angin puting beliung harus diwaspadai masyarakat saat hujan gerimis. ‘’Kalau hujan lebat justru aman dari angin puting beliung,’’ bebernya.
Selama Januari terjadi enam kali puting beliung. Pada 7 Januari pukul 16.00 di Desa Mejuwet dan Desa Butoh Kecamatan Sumberejo, Desa Pohwates Kecamatan Kepohbaru, dan Desa Banjaranyar Kecamatan Baureno. Minggu (8/7) pukul 00.30 terjadi di Desa Margomulyo Kecamatan Balen. Minggu (8/1) pukul 18.30 di Desa Tambahrejo, Kecamatan Kanor, Desa Deling, dan Desa/Kecamatan Sekar.
Rabu (18/1) pukul 16.30 terjadi di Desa Glagahwangi Desa Sugihwaras. Terakhir, Minggu (29/1) pukul 13.00 di Desa Mori Kecamatan Trucuk. Dan, pukul 13.50 di Desa Pomahan, Kecamatan Baureno.
Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam bencana angin puting beliuang ini. Namun, terdapat 146 rumah terdampak dengan kondisi rusak ringan, 74 rumah rusak sedang. Juga, 19 rumah rusak berat dan 10 rumah roboh. Juga kerusakan infrastruktur, meliputi Balai Desa Banjaranyar, atap puskesmas di Kecamatan Kanor. Serta bangunan makam di Desa Pomahan. Akibat puting beliung, total kerugian Rp 235 juta. (ewi/rij) Editor : M. Yusuf Purwanto