Data Penerima Diverifikasi Ulang, Honor Guru Madin dan TPQ di Blora Tersendat

Achmad Syaeroyzi • Dipublikasikan Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:50 WIB
PROSES VERIFIKASI: Ustad sedang mengajar santrinya. Saat ini Kemenag Blora masih menyelesaikan verifikasi pencairan honor guru Madin dan TPQ. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)
PROSES VERIFIKASI: Ustad sedang mengajar santrinya. Saat ini Kemenag Blora masih menyelesaikan verifikasi pencairan honor guru Madin dan TPQ. (ACHMAD SYAEROYZI/RDR.BJN)

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pencairan honor guru madrasah diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Blora masih menunggu penyelesaian verifikasi data penerima. Perubahan data, termasuk pencoretan guru yang telah berstatus pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), menjadi salah satu kendala.

Staf Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren (Kasi PD Pontren) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Blora, Ahmad Samsul menjelaskan, pembaruan data dilakukan menyusul perubahan status sejumlah penerima.

Selain itu, pergantian operator pendataan yang cukup sering turut memperlambat proses administrasi. ‘’Karena lembaga kami bersifat nonformal, prosesnya terkadang lebih lambat. Operator juga sering berganti tanpa kami ketahui,” jelasnya.

Menurut dia, jumlah penerima bantuan honor keagamaan tersebut mencapai lebih dari 9 ribu orang. Penerimanya tidak hanya guru Madin dan TPQ, tetapi juga pemuka agama, marbot, hingga imam masjid.

Baca Juga: Kemenag Blora Sebut Seribu Lebih Guru Madrasah Blora Belum Ikut PPG

‘’Besaran honor yang diberikan mencapai Rp 1,5 juta per tahun,’’ tuturnya.

Ahmad Samsul menyebut, pihaknya menargetkan pencairan honor tersebut bisa dilakukan bulan ini. Untuk mempercepat proses, tim telah turun langsung ke lapangan guna memverifikasi data penerima.

‘’Verifikasi kami lakukan langsung di lapangan selama lima hari. Bahkan, petugas bekerja sejak pagi hingga pukul 20.00 untuk mempercepat penyelesaian data,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pencoretan penerima yang telah berstatus PPPK dilakukan, agar bantuan diberikan kepada pihak yang memenuhi kriteria. ‘’Meski ada perubahan data, kuota penerima disebut tetap berada di kisaran 9 ribu orang karena yang antri masih banyak,’’ tambahnya.

Dengan verifikasi ulang tersebut, diharapkan proses pencairan honor bagi guru Madin, TPQ, dan penerima lainnya dapat segera diselesaikan. (ozi/ind)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
honor guru madrasah diniyah honor guru pondok pesantren blora