737 Ruang Kelas Rusak, Terbanyak di Kecamatan Tambakrejo

Dewi Safitri • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 07:50 WIB
BERLANTAI TANAH: Siswa MI Subulul Huda Desa Napis Kecamatan Tambakrejo sekolah dengan lantai tanah.
BERLANTAI TANAH: Siswa MI Subulul Huda Desa Napis Kecamatan Tambakrejo sekolah dengan lantai tanah.

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Persoalan infrastruktur pendidikan di Kabupaten Bojonegoro masih menjadi pekerjaan rumah. Di Kecamatan Tambakrejo paling parah.

Sebanyak 737 ruang kelas rusak dan 1.026 titik toilet SD-SMP yang juga perlu diperbaiki.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bojonegoro, Anwar Mukhtadlo mengatakan, terkait infrastruktur pendidikan, di Kecamatan Tambakrejo ternyata masih cukup banyak sekolah yang rusak.

"Ruang kelas rusak masih ada 737 ruang sampai dengan diperbaiki di perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah (P APBD) ini. Toilet sekolah SD SMP masih ada 1.026 titik. Jadi, masih cukup banyak," katanya. 

Karena masih banyaknya infrastruktur pendidikan yang membutuhkan sentuhan perbaikan, dinas pendidikan belum bisa merealisasikan semua sekolah yang mengusulkan perbaikan.  Melainkan, akan dibagi, setahap-setahap.

Baca Juga: Terdata 4.650 Ruang Kelas di Blora Rusak: Perbaikan Tersendat Efisiensi Anggaran

"Kami bagi, setahap-setahap, kami tangani. Tapi, kami juga penyebaran ke daerah lain," terangnya.

Pada tahun ini, lanjutnya, di Kecamatan Tambakrejo di P APBD rehab ruang kelasnya ada 8 untuk SD dan 2 untuk SMP.  Seperti, di SMPN 1 Tambakrejo, di samping ruang kelas juga mendapat rehab laboratorium. Kemudian, untuk rehab toilet ada 2 titik dan ada ruang lain.

"Di (Kecamatan) Tambakrejo seluruhnya di P-APBD ada 17 titik," tambahnya.

Di samping rehap sekolah bersumber dari APBD, menurutnya, juga terdapat revitalisasi sekolah dari program APBN di Bojonegoro. Diantaranya, SMP 12 titik, SD 18 titik, dan PAUD ada 82 titik. Program ini, usulan melalui data pokok pendidikan (dapodik). Disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

"Rehab ini menyesuaikan dengan kemampuan APBD. Meski APBD turun, tapi Pak Bupati tetap memprioritaskan untuk infrastruktur pendidikan. Jadi, tidak usah khawatir, secata bertahap nanti akan kami tangani," pungkasnya. (ewi/msu)

Editor : Farhan Reza Ardiansyah
Kecamatan Tambakrejo infrastruktur pendidikan Dinas Pendidikan kabupaten bojonegoro Sekolah