RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Pelantikan 155 kepala sekolah (KS) di Pendapa Malowopati Kamis (20/8) lalu, hingga kemarin (22/8) masih menyisakan kekosongan kursi.
Dari 155 pelantikan KS tersebut terdiri dari 34 guru mendapatkan penugasan sebagai KS dan 121 KS dimutasi. Termasuk 3 guru berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang ditugaskan sebagai KS. Tentu sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.
Kabid Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Dinas Pendidikan Bojonegoro Fatur Rohim mengatakan, dalam pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan 155 KS terdapat guru penugasan KS dan mutasi.
‘’Campuran, ada penugasan dan ada mutasi KS,” ungkapnya.
Rohim menjelaskan, walau sudah ada penugasan guru menjadi KS, namun pelantikan 155 KS Kamis lalu masih menyisakan kekosongan kursi KS. Terlebih ada KS yang purna tugas dan habis periode tugas tambahan sebagai KS.
‘’Masih ada terus (kekosongan kursi KS),” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono dalam sambutannya ketika pelantikan mengatakan, tantangan masa depan negara bergantung pada tenaga pendidik. Terlebih guru adalah orang tua kedua. Walau KS memiliki tugas berbeda dari guru, tapi diibaratkan sesepuh pada guru.
"Harus siap menjadi contoh, itu yang paling berat. Harus mampu menjadi fasilitator, memenuhi sarana prasarana untuk siswa," ujarnya.
Selain itu, peran KS juga harus bisa memberi spirit dan mampu mengukur perkembangan para siswa. Artinya KS mampu menjadi evaluator. Hingga memberi teladan perilaku dan ucapan. (irv/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah