RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – SMA/SMK di Bojonegoro mulai mematangkan persiapan tes kemampuan akademik (TKA). Meski pendaftaran baru dibuka 18 Agustus mendatang.
SMA/SMK sudah mulai sosialisasi TKA ke siswa kelas 12, karena terdapat perbedaan dalam teknis pelaksanaan TKA tahun ini dibandingkan tahun lalu. Mulai dari format, waktu pengerjaan, hingga jumlah soal per mata ujian.
Kepala SMAN 1 Kadungadem Masedy Masrur mengatakan, perbedaan utama TKA 2025 dengan 2026 mencakup format jadwal harian, durasi waktu pengerjaan, serta jumlah soal per mata uji. Informasi resmi dapat dipantau melalui Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikdasmen.
Baca Juga: Asesor Unesco Telusuri Enam Situs Geopark Bojonegoro di Hari Kedua
Jumlah soal TKA 2025 menerapkan sekitar 30 soal per mata ujian. Sedangkan 2026 disederhanakan menjadi sekitar 25 soal. Sementara untuk durasi pengerjaan, pada tahun lalu memberikan waktu 50 menit per mata pelajaran. Di tahun ini diperpanjang menjadi 75 menit per mata pelajaran.
‘’Agar siswa lebih leluasa bernalar,” ungkapnya.
Edy menambahkan struktur jadwal harian pada 2025 dibagi padat dalam dua hari. Terdiri dari hari pertama mata pelajaran dasar dan hari kedua mata pelajaran pilihan. Sedangkan 2026 dipecah menjadi empat hari terpisah.
‘’Hari pertama Bahasa Indonesia dan Literasi; Hari kedua Bahasa Inggris; Hari ketiga Matematika dan Numerasi; Hari keempat mata pelajaran pilihan,” jelasnya.
Kepala SMAN MT Bojonegoro Anam Syaifuddin mengatakan tahun ini TKA per hari satu mata pelajaran. Sehingga setiap satu gelombang, TKA berlangsung 4 hari. Selain itu, TKA 2026 langsung digabung dengan asesmen nasional berbasis komputer (ANBK) dan survei lingkungan belajar (sulingjar)
‘’Tahun lalu hanya 2 hari per gelombang,” ungkapnya.
Kepala SMAN 1 Sumberrejo Susanto menjelaskan, sekolah sudah mulai melakukan sosialisasi ke siswa kelas 12. Terlebih dalam pelaksanaan TKA tahun ini digabung dengan ANBK. Jika ANBK tahun lalu diikuti beberapa siswa sampel dari kelas 11, tahun ini semua siswa kelas 12.
‘’Ada perubahan regulasi,” ungkapnya.
Santo mengaku sekolah mulai menyisipkan materi TKA dalam pembelajaran di kelas. Selain itu, siswa mulai konsultasi terkait mata pelajaran pilihan yang akan dipilih ketika TKA.
‘’Semoga hasil TKA tahun ini lebih baik dari tahun lalu,” harapnya. (irv/msu)
Editor : Hakam Alghivari