RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Belum adanya gedung permanen untuk belajar di sekolah rakyat (SR), ada keluarga yang bersyukur anaknya bisa bersekolah.
Salah satunya Siti Sulastri, salah satu keluarga penerima bantuan sosial (bansos). Perempuan akrab disapa Siti ini mengaku bersyukur anak bungsunya masuk di SR.
Dia pun merasa tak masalah saat anaknya yang masuk tahun ajaran baru saat ini itu melakukan kegiatan belajar mengajar (KBM) di Tuban. Asal dapat pendidikan layak dan meringankan beban. Sebab, Siti merupakan orang tua tunggal.
Baca Juga: Bojonegoro Belum Memiliki Gedung, Siswa Sekolah Rakyat Dititipkan di Tuban
‘’Saya hanya seorang janda yang masih membiayai dua kakanya yang masih SMK (sekolah menengah kejuruan) kelas 11 dan 12 dan satu kakaknya yang depresi,” ucap perempuan tinggal di kelurahan Kadipaten, Kecamatan Kota itu.
Dia mengaku, program ini membantunya sekeluarga, khususnya bagi keluarga prasejahtera. ‘’Sangat membantu terutama untuk keluarga seperti keluarga saya ekonominya,” imbuh Siti.
Yuni seorang pendamping program keluarga harapan (PKH) menambahkan, sebelumnya dua calon siswa (casis) diajukan. Namun, hanya satu lolos yakni anak bungsu dari Siti Sulastri.
‘’Syarat prioritasnya desil-1 dan 2. Kemarin Kecamatan Kota dalam penjangkauan casis SR mengajukan delapan casis, yang diterima empat casis,” jelasnya.
Baca Juga: Dinsos P3A Bakal Usulkan Tambahan Rombel Sekolah Rakyat Menengah Atas 18
Menurut dia, semua yang masuk penjangkauan berharap masuk SR tapi kuota terbatas. Kini, mendampingi Desa Kalirejo dan Kauman serta Kelurahan Karangpacar dan Kadipaten.
‘’Mereka sangat antusias menerima masuknya siswa ke SR. Semua yang masuk penjangkauan berharap masuk SR. Kan biaya gratis dari pemerintah,” beber dia. (yna/msu)
Editor : Farhan Reza Ardiansyah