RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Berakhirnya tahun ajaran 2025/2026 menjadi momentum bagi sekolah untuk mulai menjaring peserta didik baru. Di tengah persaingan yang semakin ketat, berbagai sekolah berlomba menghadirkan inovasi agar tetap menjadi pilihan masyarakat.
Salah satunya dilakukan SMP Negeri 2 Sugihwaras. Sekolah ini menggelar beragam kegiatan edukatif sebagai upaya memperkenalkan sekolah kepada masyarakat sekaligus menarik minat calon siswa.
Kegiatan yang diselenggarakan meliputi pelatihan menulis puisi, cerpen, hingga berita jurnalistik. Selain itu, sekolah juga rutin mengadakan pelatihan broadcasting dengan menghadirkan praktisi dari media massa sebagai narasumber.
"Dengan cara seperti itu, sekolah kami semakin dikenal masyarakat," ujar Wakil Kepala SMP Negeri 2 Sugihwaras.
Tak hanya mengandalkan kegiatan akademik, sekolah juga menghadirkan layanan antar jemput bagi siswa menggunakan bus kelinci yang diberi nama Tayo. Layanan tersebut menjangkau wilayah Kecamatan Sugihwaras hingga desa-desa pelosok sehingga orang tua tidak lagi kesulitan mengantar maupun menjemput anak ke sekolah.
Berbagai inovasi tersebut terbukti berdampak positif terhadap penerimaan peserta didik baru. Dalam beberapa tahun terakhir, sekolah itu tidak pernah mengalami kekurangan siswa.
Hal serupa juga terjadi di SD Negeri Kadipaten 2 Bojonegoro. Jumlah pendaftar pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini bahkan melebihi kuota yang tersedia sehingga sekolah terpaksa menolak sebagian calon peserta didik.
"Kuota SPMB sudah terpenuhi, bahkan melebihi kapasitas yang kami siapkan," ujar Kepala SD Negeri Kadipaten 2, Budiono.
Menurut Budiono, tingginya minat masyarakat tidak lepas dari berbagai inovasi layanan pendidikan yang terus dikembangkan sekolah. Salah satu program unggulannya adalah kegiatan ekstrakurikuler robotika, yang hingga kini masih tergolong langka di tingkat sekolah dasar.
Pemilihan robotika sebagai ekstrakurikuler unggulan dilakukan melalui pertimbangan yang matang. Meski belum memiliki tenaga pendidik yang kompeten di bidang tersebut, sekolah tetap menghadirkannya dengan menggandeng tutor dari luar.
Baca Juga: SMPN 2 Sugihwaras Luncurkan Buku TAYO dan Dua Media Digital
"Kami mendatangkan pengajar dari perguruan tinggi yang memiliki kompetensi di bidang robotika untuk membimbing siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler," jelasnya.
Selain terus berinovasi, sekolah juga mempertahankan budaya prestasi. Pada pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026, berhasil meraih nilai terbaik tingkat Kabupaten Bojonegoro. (*)
Editor : Hakam Alghivari