Daerah Ekonomi Gemas Haji & Umrah Headline News Internasional Kawan Cilik Kesehatan Kuliner Lentera Islam Mbakyu Nasional Opini Otomotif Pendidikan Peristiwa Persepsi Politik & Pemerintahan Redaksi She Sportainment Tausiah Ramadan Teknologi Weekend Wisata Yuk

Turunnya Lulusan SD Diduga Jadi Penyebab Pagu SPMB SMPN Belum Terisi di Bojonegoro

M. Irvan Romadhon • Senin, 18 Mei 2026 | 07:45 WIB
PERDANA: Hari pertama SPMB SMPN 4 Bojonegoro jalur domisili belum terpenuhi, dari Pagu 101, baru terisi 50 siswa. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)
PERDANA: Hari pertama SPMB SMPN 4 Bojonegoro jalur domisili belum terpenuhi, dari Pagu 101, baru terisi 50 siswa. (M. IRVAN RAMADHON/RADAR BOJONEGORO)

 

RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM – Sejumlah SMP Negeri di Bojonegoro masih kekurangan calon peserta didik baru meski pendaftaran jalur domisili Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah ditutup pada Sabtu (16/5). Tercatat, sebanyak 27 SMPN belum memenuhi pagu dengan total sekitar 728 kursi masih kosong.

Belum terpenuhinya kuota tersebut dipengaruhi berbagai faktor. Mulai dari menurunnya jumlah lulusan SD/MI hingga meningkatnya tren orang tua yang memilih melanjutkan pendidikan anak ke pondok pesantren.

Kepala SMPN 4 Bojonegoro Agus Sugianto mengatakan, tahun ini sekolahnya mengajukan kuota tujuh rombongan belajar (rombel) atau sebanyak 224 calon siswa. Namun, hingga pengumuman jalur domisili, jumlah pendaftar baru mencapai 191 calon siswa.

Artinya, masih terdapat kekurangan sebanyak 33 kursi dari total kuota yang tersedia.

Agus mengungkapkan kondisi tersebut bukan kali pertama terjadi. Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir SMPN 4 Bojonegoro juga kerap belum memenuhi kuota pada tahap awal penerimaan siswa baru.

Baca Juga: 728 Pagu Jalur Domisili SPMB SMPN Bojonegoro Tak Terisi, Bakal Diisi di Tahap Pemenuhan dan Distribusi

Salah satu penyebabnya, kata dia, jumlah lulusan SD/MI yang menjadi sekolah mitra tahun ini mengalami penurunan. Selain itu, faktor wilayah perbatasan juga ikut memengaruhi jumlah pendaftar.

“SPMB di wilayah Tuban juga belum dibuka. Kami masih berharap ada tambahan calon siswa pada pemenuhan kuota di Juni nanti, termasuk siswa dari wilayah Tuban,” ujarnya.

Kondisi serupa juga terjadi di SMPN 1 Gondang. Kepala SMPN 1 Gondang Imam Dardiri menyebut jumlah lulusan SD/MI tahun ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya. Dampaknya, kuota penerimaan siswa baru belum terisi penuh.

Pada SPMB tahun ini, SMPN 1 Gondang mengajukan lima rombongan belajar dengan total kuota 160 siswa. Hingga penutupan jalur domisili, jumlah pendaftar tercatat 142 calon siswa.

“Masih kurang 18 siswa baru,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Ngasem Endro Setyo Widodo mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan pagu belum terpenuhi. Selain jumlah lulusan SD dan MI di Kecamatan Ngasem yang berkurang, terdapat kecenderungan orang tua lebih memilih menyekolahkan anak ke pondok pesantren.

“Selain itu, ada kecenderungan orang tua memasukkan putra-putrinya ke pondok pesantren,” terangnya.

Meski demikian, pihak sekolah mengaku telah melakukan berbagai upaya sosialisasi ke sekolah-sekolah dasar dan madrasah ibtidaiyah untuk memaksimalkan pemenuhan kuota siswa baru. (irv/zim)

Editor : Yuan Edo Ramadhana
#spmb smpn #spmb #bojonegoro #SMP negeri #kuota