RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Hari Kartini hari ini (21/4) menjadi momentum bagi siswa untuk meneladani pahlawan emansipasi wanita. SMA/SMK menggelar apel dan siswa serta guru menggunakan baju adat. Baik batik maupun kebaya.
Sementara di SMP, hanya guru yang menggunakan baju adat, pakaian dinas harian (PDH) Obor Sewu. Terlebih di SMP sedang berlangsung asesmen sumatif akhir tahun (ASAT). Sehingga tidak digelar perayaan agar siswa fokus menjalani ASAT.
Kepala SMAN 1 Kedungadem Masedi Masrur mengatakan, ada peringatan Hari Kartini. Para guru, karyawan, dan siswa mengenakan baju adat. Kegiatan ini untuk memberikan pengalaman bagi siswa tentang peran pahlawan yang berjasa di bidang emansipasi wanita.
SMAN 1 Kedungadem menggelar upacara dengan tema peran perempuan dalam pendidikan dan pembangunan bangsa.
Kepala SMAN MT Bojonegoro Anam Syaifuddin menambahkan, di sekolahnya digelar perayaan Hari Kartini. Termasuk siswa mengguankan baju adat, batik, maupun kebaya.
Baca Juga: SMPB SMP Jalur TKA Dibuka dengan Kuota Sebanyak 5 Persen, Pendaftaran Mulai 4 Mei
Kepala SMPN 1 Bojonegoro Munir mengatakan, hanya guru yang diminta menggunakan kebaya. Sementara siswa seragam biasa. Telebih siswa kelas 9 sedang menjalani ASAT.
‘’Jadi kami tidak membebani siswa agar fokus,” jelasnya.
Kabid Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Bojonegoro Agus Anshori mengatakan di momentum Hari Kartini hanya guru yang diinstruksikan menggunakan PDH Obor Sewu. Sedangkan siswa memakai seragam biasa.
‘’Guru menggunakan Obor Sewu. Siswa tidak,” ungkapnya. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana