RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri di Jawa Timur sudah memasuki tahap sosialisasi.
Setelah petunjuk teknis (juknis) keluar minggu lalu. Terdapat perbedaan SPMB tahun ini dengan tahun lalu.
Pada SPMB tahun ini pendaftaran jalur domisili SMA/SMK atau sebelumnya zonasi dibuka di tahap pertama. Berbeda yang tahun sebelumnya yang dibuka di tahap ketiga.
Selain itu, nilai tes kemampuan akademik (TKA) manjadi salah satu penilaian untuk jalur prestasi.
Kepala SMAN Model Terpadu (MT) Bojonegoro Anam Syaifuddin mengatakan, juknis SPMB sudah keluar minggu lalu. Saat ini tahap sosialisasi juknis yang berlangsung hingga Mei mendatang. Pendaftaran SPMB SMA/SMK terdapat dibuka dalam empat tahap.
Baca Juga: 162 Siswa SMP Bojonegoro Tak Ikut TKA, Bakal Kehilangan Poin SPMB SMA/SMK
Mulai tahap pertama jalur domisili SMA/SMK, tahap kedua jalur afirmasi, mutasi orang tua/wali, dan prestasi hasil lomba SMA/SMK, tahap ketiga jalur nilai prestasi akademik SMA, dan tahap keempat jalur nilai prestasi akademik SMK.
Anam menjelaskan, SPMB tahun ini berbeda dengan tahun lalu. Tepatnya pendaftaran jalur domisili yang dibuka di tahap pertama tepatnya pada 11 Juni mendatang. Berbeda dengan tahun lalu yang dibuka pada tahap ketiga.
‘’Jalur afirmasi yang sebelumnya di tahap pertama, tahun ini dibuka di tahap kedua,” ungkapnya.
Selain itu, perbedaan SPMB tahun ini adanya penggunaan nilai TKA sebagai salah satu instrumen untuk menentukan nilai untuk mendaftar jalur prestasi prestasi nilai akademik SMA/SMK. Dengan perhitungan 60 persen rerata nilai rapot dan 40 persen nilai TKA.
‘’Jalur prestasi nilai akademik saat ini menggunakan nilai rapor dan TKA. Bobotnya 60 persen nilai rapor + 40 persen TKA,” jelasnya.
Terkait persentase daya tampung atau kuota per jalur, Anam mengaku untuk persentase kuota sama dengan tahun lalu. Untuk SMA kuota jalur domisili 35 persen, lalu jalur afirmasi, mutasi orang tua/wali, dan prestasi hasil lomba sebesar 40 persen, serta jalur prestasi nilai akademik 25 persen.
Terpisah, Kepala SMKN 2 Bojonegoro Alim Suwantono mengatakan, website SPMB SMA/SMK 2026 sudah dapat diakses. Namun saat ini masih tahap sosialisasi juknis. Sekolah juga masih menanti sosialisasi resmi dari dinas pendidikan provinsi terkait juknis.
‘’Menanti sosialisasi resmi,” ungkap ketua MKKS SMK Negeri Bojonegoro tersebut. (irv/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana