RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Angkutan Pelajar (Apel) gratis resmi kembali beroperasi usai libur Lebaran 2026. Layanan ini kembali dimanfaatkan ribuan siswa untuk berangkat ke sekolah dengan lebih aman.
Namun, sejumlah sekolah di wilayah pinggiran masih berharap adanya penambahan rute agar jangkauan layanan lebih merata.
Kebutuhan tersebut muncul seiring sebaran domisili siswa yang tidak hanya berada di sekitar sekolah, tetapi juga lintas kecamatan bahkan kabupaten tetangga.
Kepala SMP Negeri Kasiman, Sholichin, menyebut mayoritas siswanya berasal dari berbagai wilayah yang cukup jauh dari sekolah, bahkan beda kecamatan.
“Rata-rata anak-anak yang sekolah di SMPN Kasiman itu dari Kecamatan Kedewan ada, Malo ada, dari Senori, Banyurip, Wonocolo juga ada,” ujarnya.
Jarak tempuh yang mencapai lebih dari lima kilometer menjadi tantangan tersendiri bagi siswa, terutama dalam hal keselamatan berkendara.
Baca Juga: Angkutan Pelajar Gratis Siap Kembali Mengaspal usai Lebaran, Sejumlah Sekolah Masih Terkendala Rute
“Dari tempat tinggal ke sekolah rata-rata di atas lima kilometer. Jadi, besar harapan kami kemarin mengajukan ke Pak Bupati supaya ada angkutan gratis,” paparnya.
Menurutnya, kehadiran angkutan pelajar tidak hanya membantu akses transportasi, tetapi juga menekan potensi kecelakaan di kalangan pelajar yang marak terjadi.
“Yang pertama, jalannya sudah enak, yang kedua mengurangi angka kecelakaan anak yang di bawah umur. Yang ketiga dari daerah-daerah tersebut banyak yang masuk afirmasi. Jadi kalau ada angkutan gratis luar biasa manfaatnya sangat membantu,” jelasnya.
Terpisah, Kepala SMP Negeri 4 Bojonegoro, Agus Sugianto mengatakan, sebagian siswanya memang berasal dari wilayah luar Bojonegoro. Meski demikian, anak didiknya yang berasal dari Bojonegoro dinilai cukup membutuhkan layanan Apel.
“Harapan kami paling tidak Dishub menyediakan untuk wilayah Semanding, Kalirejo, Campurejo hingga Banjarrejo,” ujarnya.
Layanan Apel telah kembali berjalan, penyesuaian rute dinilai menjadi pekerjaan rumah berikutnya. Pemerataan layanan menjadi kunci agar program ini tidak hanya hadir, tetapi juga benar-benar menjangkau kebutuhan siswa di berbagai wilayah Kabupaten Bojonegoro. (kam/msu)
Editor : Yuan Edo Ramadhana