RADARBOJONEGORO.JAWAPOS.COM - Pembukaan pendaftaran siswa baru di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 18 Blora pada tahun pelajaran baru belum dipastikan. Sebab, ruangan kelas saat ini masih terbatas.
Kepala SRMA 18 Blora, Tri Yuli Setyoningrum, mengungkapkan bahwa gedung sekolah rakyat saat ini tidak memungkinkan penambahan siswa baru. Apalagi sebanyak 2 rombongan belajar (rombel) seperti tahun lalu.
"Rekrutmen siswa baru belum dapat informasi. Saat ini gedung belum memungkinkan penambahan siswa 2 rombel seperti tahun lalu," terangnya.
Saat ini ada 14 ruangan di SRMA 18 Blora. Dengan rincian 5 ruang asrama guru, 3 ruang asrama siswa dan 2 ruang kelas. Sementara ruangan sarana dan prasarana penunjang yaitu ruang laboratorium, ruang guru, ruang makan, ruang perpustakaan, masing-masing 1 ruangan.
"Selain ruangan itu, ada satu musala yang dapat menampung seluruh siswa dan guru," jelasnya.
Kepala Dinsos P3A Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi, mengungkapkan bahwa pembangunan sekolah rakyat tahap 2 belum ada informasi dari pemerintah pusat. Meski demikian, pihaknya mengungkapkan bahwa lahan yang disediakan oleh Pemkab Blora sudah siap dan sesuai persyaratan yang diberikan.
Hhingga saat ini lahan pembangunan sekolah rakyat tahap 2 belum dilakukan oleh pihak provinsi Jawa Tengah maupun Kementrian Sosial.
Beberapa kabupaten di Jawa Tengah telah dilakukan survei. Bahkan ada sudah dilakukan pembangunan sekolah rakyat.
"Untuk SR lanjutan (tingkat SMP) pada tahun ini belum mendapatkan informasi. Kita juga sudah tanya tapi belum ada perkembangan," terang Luluk.
Pihaknya mengungkapkan saat ini terdapat 166 sekolah rakyat di seluruh Indonesia. Namun untuk penambahan gedung atau pembangunan baru di Blora belum ada informasi.
"Target 2025 kan ada 100 SR, tapi kemarin Pak Presiden sudah me-launching 166 sekolah rakyat di 34 provinsi," terangnya. (hul/zim)
Editor : Yuan Edo Ramadhana